Lebih Tinggi dari Nasional dan Kota Batam, Pertumbuhan Ekonomi Karimun Triwulan I 2026 Capai 6,14 %

Ket: Bupati Karimun Iskandarsyah bersama Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole

Karimun, ariranews.com – Kinerja perekonomian Kabupaten Karimun pada awal tahun 2026 menunjukkan prestasi yang membanggakan. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun tertanggal 5 Juni 2026, pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan I yang berlangsung Januari hingga Maret tercatat sebesar 6,14 persen.

Angka ini tidak hanya lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang tercatat di 5,61 persen, tetapi juga mengungguli kota tetangga Batam yang hanya tumbuh sebesar 5,78 persen.

Pencapaian ini terlihat sangat menonjol jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada Triwulan I 2025, pertumbuhan ekonomi Karimun sempat tercatat sangat rendah di angka 3,67 persen. Peningkatan yang cukup tajam dalam waktu satu tahun menunjukkan bahwa roda perekonomian daerah kini berjalan dengan lebih dinamis dan kondusif.

Bupati Karimun Iskandarsyah saat dikonfirmasi melalu WhatsApp pada Senin (8/6/2026) Siang mengaku bersyukur karena kerja keras yang terbukti berbuah manis.

“Kami baru mendapatkan data dari Kepala BPS Karimun terkait pertumbuhan ekonomi kwartal 1, tentu dengan angka 6.14% kami bersyukur, data ini sebagai evaluasi kondisi perekonomian Karimun , dan hasil cukup baik menurut kami, karena diatas Nasional,” ungkap Bupati Iskandarsyah

Kata Bupati, dengan kabar baik tersebut, pihaknya dapat menjadikan motivasi untuk terus melaju dengan harmoni.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Hadiri Wisuda XIV UIS, Dorong Lulusan Kuasai Teknologi dan Jadi SDM Unggul

“Data ini juga mendorong pemkab Karimun untuk bekerja keras lagi agar mampu memberikan kontribusi sesuai target oleh bapak Presiden kita akan mencapai 8% di tahun 2029, Kami ajak seluruh masyarakat Karimun dan para pelaku usaha ayoo kita sama-sama dorong terus perekonomian Karimun walaupun ada sebuah tantangan global perkembangan ekonomi dunia yang belum stabil dan Kabupaten Karimun memiliki APBD yang terbatas karena masih mencicil hutang tahun 2023 dan 2024 dan pengurangan dana transfer pusat,” pungkas Bupati Iskandarsyah.

Ket: Para wisatawan saat melakukan kunjungan dalam rangka acara jalinan kasih 3 Negara di Kecamatan Moro beberapa waktu lalu yang menandakan aktivitas pariwisata dan kunjungan tamu semakin meningkat pada sektor akomodasi dan penyediaan makanan serta minum.

SEKTOR PENGGERAK UTAMA: PERTAMBANGAN HINGGA PARIWISATA

Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono yang juga dihubungi via telepon WhatsAppnya pada Senin (8/6/2026) Siang, menjelaskan bahwa laju pertumbuhan yang tinggi pada triwulan pertama tahun ini didorong oleh kinerja positif dari berbagai sektor usaha.

“Pertumbuhan yang kita capai saat ini didorong oleh berbagai lapangan usaha yang mencatatkan kinerja baik. Sektor-sektor ini menjadi penggerak utama yang membuat perekonomian Karimun semakin kuat,” ujarnya.

BACA JUGA:  PPDB di Karimun Gunakan Sistem Online, Wabup Rocky Himbau Masyarakat Pentingkan Wajib Belajar 13 Tahun

Berikut adalah rincian kinerja setiap sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi:

  • Sektor pertambangan dan penggalian menjadi andalan utama dengan pertumbuhan yang sangat signifikan, mencapai 22,67 persen – menjadi sektor dengan capaian tertinggi.
  • Sektor akomodasi dan penyediaan makanan serta minum juga mencatatkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan sebesar 13,33 persen, menandakan aktivitas pariwisata dan kunjungan tamu semakin meningkat.
  • Sektor perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi kendaraan bermotor tumbuh sebesar 13,23 persen, menunjukkan aktivitas perdagangan yang semakin lancar dan dinamis.
  • Sektor industri pengolahan tumbuh cukup kuat dengan angka 11,09 persen, menandakan perkembangan dunia usaha di bidang industri semakin membaik.
  • Sektor real estat kembali menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 12,89 persen, mencerminkan meningkatnya minat investasi dan pembangunan di daerah.
  • Sektor pengadaan listrik dan gas tumbuh sebesar 10,59 persen, mendukung kelancaran aktivitas perekonomian dan kehidupan masyarakat.
  • Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga memberikan kontribusi yang besar dengan pertumbuhan sebesar 9,30 persen.
  • Sektor informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 6,06 persen, seiring dengan perkembangan teknologi dan akses informasi yang semakin luas.

Di sisi lain, tidak semua sektor mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami penurunan sebesar 0,29 persen, sementara Sektor jasa perusahaan tumbuh sangat lambat dengan angka 0,05 persen. Sektor lain seperti pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh sebesar 0,55 persen, konstruksi 0,93 persen, serta sektor pengelolaan lingkungan tumbuh sebesar 0,75 persen.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Turun Langsung Bersihkan Jalan Bandara RHF, Tegaskan Pentingnya Menjaga Wajah Kepri
Ket: Para wisatawan saat melakukan kunjungan dalam rangka acara jalinan kasih 3 Negara di Kecamatan Moro beberapa waktu lalu yang menandakan aktivitas pariwisata dan kunjungan tamu semakin meningkat pada sektor akomodasi dan penyediaan makanan serta minum.

DATA PERTUMBUHAN EKONOMI DI DI KEPULAUAN RIAU

Jika dibandingkan dengan kinerja ekonomi daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau, capaian Karimun juga menempatkan posisinya di urutan teratas. Berikut perbandingannya:

  • Natuna: 15,37 persen
  • Anambas: 18,80 persen
  • Bintan: 6,34 persen
  • Karimun: 6,14 persen
  • Batam: 5,78 persen
  • Tanjung Pinang: 5,23 persen
  • Lingga: 4,84 persen

Pemerintah Kabupaten Karimun menilai capaian ini merupakan hasil dari upaya yang berkelanjutan dalam menciptakan iklim usaha yang baik. Pemerintah dinilai cukup fokus dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mengembangkan sektor industri sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

“Kami melihat bahwa perhatian yang diberikan pemerintah terhadap perkembangan UMKM dan sektor industri mulai membuahkan hasil. Kita akan terus mempertahankan momentum ini dan berupaya untuk meningkatkan kinerja perekonomian di periode selanjutnya,” tegas Lulus Haryono.

Ket: Pertumbuhan UMKM yang semakin membantu meringankan beban perekonomian rakyat, yang masuk dalam sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh sebesar 13,23 persen, menunjukkan aktivitas perdagangan yang semakin lancar dan dinamis.

Data untuk pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II, III, dan IV tahun 2026 saat ini masih dalam proses pengolahan dan belum dipublikasikan secara resmi. Pihak BPS akan terus memantau perkembangan perekonomian dan merilis data secara berkala sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merencanakan berbagai kegiatan pembangunan dan usaha ke depan.

*Nichita Bella