Karimun, ariranews.com– Badan Pengusahaan (BP) Karimun, Kepulauan Riau (KEPRI), menggelar sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) di Hotel Aston, pada Kamis, (18/9/2025).

Wakil Kepala BP Karimun, Iwan Kurniawan mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait aturan-aturan yang berlaku dalam rangka memenuhi kewajiban pelaku usaha dalam menyampaikan laporan penanaman modal yang akurat, transparan dan tepat waktu.
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang jelas kepada para pelaku usaha ataupun perusahaan dengan menghadirkan narasumber berkompeten, sehingga apapun hambatan dan persoalan yang dihadapi dalam LKPM bisa dapat dicermati dengan baik kedepan,” ujar iwan.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, sejumlah perwakilan perusahaan di Karimun, perwakilan BP Batam, BP Bintan, BP Tanjungpinang hingga OPD di Karimun.
Iwan, mengatakan nilai investasi di kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Karimun hingga tahun 2025 sudah mencapai Rp22 triliun. Angka ini diprediksi akan terus beranjak naik melihat dari geliat investasi di Karimun.

Kata iwan, nilai investasi Rp22 triliun tersebut bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp20,9 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,2 triliun.
“Sampai saat ini perusahaan yang terdaftar di kawasan PBPB Karimun sebanyak 313 perusahaan dengan berbagai sektor usahanya. Lalu, penyerapan tenaga kerja per tahun 2024 sudah mencapai 15.193 lokal dan 317 tenaga kerja asing,” ujar Iwan.
Sementara itu, Wabup Karimun, Rocky menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut, menurutnya melalui kegiatan sosialisasi LKPM ini para pelaku usaha dapat meningkatkan keakuratan laporannya.
“Ini momentum untuk bertanya dan memahami segala bentuk aturan-aturan yang berlaku serta bagaimana menyampaikan LKPM yang akurat dan tepat waktu,” ujar Rocky.
Disamping itu, Rocky, mengharapkan agar BP Karimun dapat terus memberikan pelayanan yang baik sebagai garda terdepan agar investasi yang masuk ke Karimun tetap nyaman dan lancar.
”Pelayanan di BP Karimun juga harus diperkuat, proses layanannya lebih cepat. Jadi layanan itu bisa dihitung dan terukur, misalnya berkas yang masuk diketahui kapan selesainya, hal ini agar para investor yang ingin berinvestasi di Karimun nyaman dan lancar,” tutup Rocky.
*Ayat









