AriraNews.com, Batam – Mahasiswa Politeknik Negeri Batam berhasil menciptakan timbangan yang mampu mengetahui lebih dini anak yang alami gizi buruk atau stunting. Bahkan timbangan yang diberi nama Inscale tersebut pernah diuji coba di posyandu dan puskesmas di Batam.
“Alat ini mulau diciptakan tahun 2017 dan terus dikembangkan oleh Prodi Instrumentasi Poltek Batam,” ungkap Irfan Bayu, salah seorang mahasiswa, Kamis (24/10/2024) siang.
Dikatakan Irfan, mulanya menciptakan timbangan tersebut terinspirasi dari Kartu Menuju Sehat (KMS) yang dimiliki tiap bayi yang digunakan untuk melihat perkembangan bayi tiap bulannya di posyandu atau tempat layanan kesehatan.
“Idenya kita mengurangi penggunaan kertas, atau kadang kartunya hilang atau lupa di bawa. Bisa jadi dalam menuliskannya kurang tepat. Tapi dengan timbangan yang dilengkapi aplikasi ini lebih akurat dan datanya tersimpan di aplikasi,” kata Irfan yang didampingi Windi Oktavia dan M. Hidayat Nur Wahid, mahasiswa Poltek Batam lainnya yang ikut mengembangkan Inscale tersebut saat ini.
Windi Oktavia kemudian memperagakan kerja dari timbangan berbasis aplikasi tersebut dengan meletakkan sebuah boneka di atasnya. Berat dan tinggi bayi akan muncul di smartphone yang terhubung dengan timbangan.
“Di aplikasi akan terbaca langsung berat badan dan tinggi yang kemudian dapat mengklasifikasikan apakah bayi ini masuk kategori stunting atau tidak. Kalau masuk kategori stunting maka akan direkomendasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Windi.
Dilanjutkan Windi timbangan Inscale tersebut sudah pernah dilombakan di tingkat nasional dan terus dikembangkan di Politeknik Negeri Batam.
“Banyak manfaat dari timbangan ini, selain mempercepat kerja juga bisa mengurangi limbah kertas. Saat ini kita juga sedang mencari investor untuk memproduksinya,” ungkapnya. (ara)



