Kepri  

Gubernur Kepri Ansar Dukung Penuh Pengembangan Kawasan Rempang

Avatar photo
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad menghadiri peluncuran pengembangan kawasan Rempang KPBPB Batam. (Foto: dok. Pemprov Kepri)

AriraNews.com, Jakarta (Advertorial) – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mendukung pengembangan kawasan Rempang KPBPB Batam sebagai The New Engine of Indonesia’s Economic Growth yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Hal ini diungkapkan Ansar saat menghadiri peluncuran pengembangan kawasan Rempang KPBPB Batam sebagai The New Engine of Indonesia’s Economic Growth di Selasar Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana, Lapangan Banteng Timur Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2023).

Hadir dalam kesempatan ini Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni, Dirjen PKTL KLHK Agung Suhardiman, Staf Ahli Menteri KKP Budi Sulistio, Staf Ahli Menteri Perindustrian Andi Rizaldi, Staf Khusus Menteri Perhubungan, Kepala BP Batam H. Muhammad Rudi, pimpinan Forkompinda Provinsi Kepri dan Pimpinan PT MEG Makmur Elok Graha.

BACA JUGA:  DPRD Natuna Beri Catatan Strategis untuk Pemerintah Daerah dalam LKPJ 2025

Gubernur Ansar mengatakan, Kepri adalah provinsi kepulauan yang posisinya sangat strategis, berada di salah satu dari 4 choke point perdagangan dunia dan merupakan salah satu dari 4 jalur penting perhubungan Indonesia.

Menurut Ansar, pemerintah pusat telah melahirkan berbagai kebijakan khusus di Kepri dan tentunya perlu memberikan apresiasi yang tinggi khususnya kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartanto.

Berkat berbagai kebijakan, nilai investasi Kepri tahun 2022 mencapai Rp18,2 triliun. Jumlah ini diperoleh dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp13,403 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp4,817 triliun.

Melalui peluncuran Pengembangan Kawasan Rempang KPBPB Batam ini Gubernur Ansar sangat mendukung dan berharap akan dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif dan pengembangan Rempang pada masa yang akan datang.

BACA JUGA:  Dari Natuna, Danlanud RSA Ikuti Exit Briefing Pangkodau I Secara Virtual

Selain itu juga akan memperhatikan kondisi lingkungan dan mengatur semua aspek agar tercipta kota baru yang hijau, nyaman dan menarik minat warga asing untuk tinggal di kawasan ini.

“Pengembangan Kawasan Rempang juga diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan pendekatan menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan,” kata Ansar

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto berharap dengan perluasan pengembangan kawasan juga merupakan bagian dari pengembangan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun dalam rencana induk Pengembangan KPBPB BBK yang diharapkan Keppres nya segera ditetapkan Presiden Joko Widodo.

“Jadi Keppres nya sudah kita siapkan seperti yang diharapkan gubernur, karena memang kalau kita bangun jembatan, ada permasalahan. Kalau di Bintan bebas bea, namun Bintan tidak, maka mobil tidak bisa jalan. Jadi itu masalah teknis lapangan yang harus kita selesaikan,” kata Airlangga.

BACA JUGA:  Natuna Matangkan Persiapan MTQ Kepri 2026, 54 Kafilah Jalani Training Center

Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam kesempatan ini menyebutkan telah menjalankan program inisiasi BP Batam dengan swasta dalam hal ini PT. MEG untuk tanah seluas 22.000 ha di wilayah Barat dan 21.000 ha di wilayah Timur.

Untuk pengembangan Rempang, BP Batam juga telah mengajukan proposal permohonan hak pengelolaan pada kawasan area penggunaan lain sebanyak 15 permohonan, dengan total luas 563,2 ha kepada Menteri ATR/BPN serta mengajukan permohonan penurunan status hutan yang merupakan kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi seluas 7.572 ha kepada Menteri LHK, dan telah mendapatkan persetujuan.(adv/emr)