Meski Kasus Aktif Turun, Binda Kepri Terus Gencarkan Vaksinasi

Avatar photo

AriraNews.com, BATAM – Berdasarkan Data Dinkes Batam yang dihimpun oleh Binda Kepri, per 17 Maret 2022, kasus aktif di Kota Batam mencapai 215 kasus, terus mengalami penurunan jika dibandingkan pada periode minggu sebelumnya yang mencapai 890 kasus.

Meskipun demikian, hal tersebut tida menyurutkan semangat Binda Kepri bersama Dinkes Batam untuk terus menggelar vaksinasi covid-19.

Kawasan Industri di Kota Batam kembali menjadi sasaran atau target vaksin booster, yakni PT Totalindo Eka Persada, PT Epson Batam dan Plaza Batamindo, Jumat (18/03/2022) dengan target hingga 5.000 orang.

BACA JUGA:  Wali Kota Batam Amsakar Achmad Pilih Haji Reguler, Nabung 25 Tahun

Kabinda Kepri, Brigjen Po.l R. C. Gumay menjelaskan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat kepri akan terus dimasifkan hingga mencapai 100%. Hal tersebut mendukung upaya pemerintah meningkatkan perekonomian baik di daerah maupun nasional.

“Kegiatan industri apalagi di Batam, adalah salah satu sektor perekonomian yang harus tetap dijaga produktivitasnya, sehingga karyawannya juga harus dijamin untuk tetap sehat, harus tetap patuh protokol kesehatan,” terangnya

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Lepas 641 Jemaah Calon Haji asal Batam

Binda Kepri dan Dinkes Batam hadir untuk memberikan kemudahaan pelayanan vaksinasi  dengan memfasilitasi pemberiaan vaksinasi booster bagi karyawan dan pekerja.

HR Manager PT Epson Batam, Afrizal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas kemudahan pelayanan vaksinasi bagi karyawan dan pekerja.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Jokowi atas program vaksinasi yang telah dilaksanakan bagi masyarakat Indonesia, bahkan termasuk di perusahaan-perusahaan. Terima kasih juga kepada Bapak Kabin yang telah mendukung program ini dengan pelayanan vaksinasi door to door-nya,” ucapnya

BACA JUGA:  Pemko Batam Siap Perkuat Peran LAM Lewat Ranperda dan Dukungan Anggaran

Diharapkan, tambahnya vaksinasi ini semua karyawan tetap terjaga kesehatannya dari resiko penyebaran Covid-19 atau varian lainnya.(***)