AriraNews.com, BATAM – Sajian ikan Dingkis jadi salah satu menu wajib saat perayaan imlek di Provinsi Kepri.
Saat Imlek tiba harga ikan ini pun ikut naik. Selain tingginya permintaan cuaca juga jadi faktor. Seperti tahun ini. Masuknya Imlek juga berbarengan dengan musim utara. Cuaca di laut buruk. Angin di perairan kencang yang tentunya sangat berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan.
Sajian Dingkis ini dinggap membawa keberuntungan. Karena ikan ini diyakini bertelur saat Imlek datang.
Khusus di Batam, ikan Dingkis banyak pasok dari nelayan di Tanjungpiayu, Pulau Kasu, Pulau Karas, dan juga di perairan wilayah Barelang. Nelayan di Batam biasanya menangkap ikan Dingkis dengan kelong, atau perangkap ikan yang di pasang di tengah laut. Dalam waktu tertentu kelong ini diangkat menggunakan mesin. Maka ikan yang terperangkap akan terangkat oleh jaring.
Wiwin, salah seorang pemilik kelong di Tanjungpiayu mengaku tangkapan Dingkis tahun ini tak sebanyak tahun lalu. Penyebabnya karena buruknya kondisi cuaca. Akibatnya harga ikan melambung tinggi.
Sedangkan tahun lalu, stok ikan ada, namun harganya anjlok. Penyebabnya karena pandemi Covid-19, banyak dari kalangan Tionghoa tak merayakan Imlek secara bersama-sama.
“Tahun dulu ikannya ada tapi harganya anjlok,” ungkapnya.
Tahun ini ungkapnya harga ikan Dingkis berkisar Rp80-Rp230 ribu per kilogram, tergantung ukuran besar-kecilnya ikan. Ukuran ikan menunjukkan jumlah telur yang ada dalam perut ikan. Makin besar, telur makin banyak dan diyakini keberuntungan di tahun selanjutnya akan banyak pula.(emr)










