AriraNews.com, Batam – Perayaan International Jazz Day 2026 di Batam kembali menegaskan posisi kota ini sebagai bagian dari panggung musik dunia. Digelar selama empat hari, mulai 30 April hingga 3 Mei 2026 di Park Avenue Mall, rangkaian acara yang diinisiasi oleh Batam Jazz Society (BJS) mengusung tema “Beyond Borders”, mengajak publik melampaui sekat geografis, budaya, dan generasi melalui jazz sebagai bahasa universal.
Di antara deretan penampil lintas negara dan lintas generasi, nama Zamis mencuri perhatian sebagai representasi wajah baru jazz Batam. Penyanyi muda ini disebut-sebut sebagai rising star berkat karya-karya orisinalnya yang kuat secara karakter dan musikalitas. Penampilannya di panggung International Jazz Day Batam menjadi momentum penting, tidak hanya bagi kariernya, tetapi juga sebagai simbol regenerasi dalam ekosistem jazz lokal yang terus berkembang.
Selama lebih dari dua dekade, Batam Jazz Society konsisten membangun ruang bagi musisi untuk tumbuh. Berbagai program dan pertunjukan yang digelar bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi inkubator lahirnya talenta-talenta baru seperti Zamis, yang kini mulai menunjukkan eksistensi di kancah yang lebih luas.
Menjelang penampilan tersebut, atmosfer panggung akan lebih dulu dipanaskan oleh Luke Jozsua pada hari ketiga, 2 Mei 2026. Drummer muda ini dikenal dengan permainan yang kompleks, eksploratif, dan penuh energi—mewakili geliat generasi baru dalam skena jazz.
Selain itu, International Jazz Day 2026 Batam juga menghadirkan beragam musisi, di antaranya C.O.A, Tanaka Manaloe, BOP Quintet, Tanjak Impromptu dari Batam, Alphamama dari Belanda, serta Diminished 7th dari Tanjung Pinang. Keberagaman ini mencerminkan semangat “Beyond Borders” yang diusung penyelenggara.
Puncak acara pada 3 Mei akan menampilkan Sausan, mahasiswi Politeknik Negeri Batam yang mulai dikenal lewat program Jazzelasa, serta Roadroots, band yang tumbuh bersama dukungan komunitas BJS sejak awal.
Sebagai penutup, kolaborasi internasional akan mempertemukan Nita Aartsen bersama Pong Nakornchai, Alexander, dan Brandon—menghadirkan harmoni lintas negara yang menegaskan jazz sebagai bahasa universal.
Lebih dari sekadar konser, International Jazz Day 2026 di Batam menjadi perayaan identitas, kolaborasi, dan regenerasi. Dari komunitas untuk dunia, Batam terus bergerak dalam irama jazz—membuktikan bahwa jazz bukan hanya musik, melainkan sebuah gerakan, dan Batam adalah bagian dari gerakan itu. (emr)








