Ariranews.com: Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta warganya yang berada di India untuk segera meninggalkan negara tersebut, mumpung masih tersedianya penerbangan komersial.
Pasalnya, wabah Covid-19 makin parah di negeri tersebut. Dilaporkan telah terjadi sebanyak 379.257 kasus baru Covid-19 pada Kamis (29/4/2021).
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak kasus dalam satu hari. Selain itu pada Rabu (28/4/2021), jumlah kematian di India sudah melebihi 200.000 orang.
Dilansir dari Kompas.Tv yang mengutip BBC, Kedutaan AS untuk India memperingatkan bahwa akses ke semua jenis perawatan medis menjadi sangat terbatas.
Dalam imbauannya, warga AS diberitahu untuk tak melakukan pergi ke India, dan secapatnya pergi jika aman untuk dilakukan.
“Warga AS yang ingin meninggalkan India harus memanfaatkan pilihan transportasi komersial yang tersedia sekarang,” bunyi pernyataan Kedutaan AS.
Kedutaan AS juga mengungkapkan sejumlah warga AS dilaporkan ditolak untuk masuk ke dalam rumah sakit karena kurangnya ruang.
Peringatan itu muncul saat Gedung Putih mengatakan AS sedang mengalihkan pesanannya atas AstraZeneca ke India.
Hal itu memungkinkan India untuk membuat lebih dari 20 juta dosis untuk digunakan sendiri.
Presiden AS, Joe Biden memang sebelumnya menjanjikan bakal memberikan bantuan kepada India.
AS juga dikabarkan telah mengirimkan lebih dari USD100 atau setara Rp1,4 triliun untuk persediaan ke India.
Hal itu termasuk satu juta tes instan yang dikirimkan melalui penerbangan pertama.
Pemerintah India sendiri menyambut baik bantuan solidaritas dari seluruh dunia, dengan 40 negara menjanjikan peralatan yang sangat dibutuhkan.(emr)
sumber: kompas.tv
foto: kompas.com







