Cernival 2025 di Batam Sukses Gaungkan Digitalisasi Pembayaran dan Pecahkan Rekor Transaksi

Avatar photo
Jumlah pengunjung membludak di penutupan Cernival (Creative and Innovative Riau Island Carnival) 2025 di Harbour Bay Downtown, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (27/7/2025) malam.

AriraNews.com, BATAM – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Adidoyo Prakoso menutup Cernival (Creative and Innovative Riau Island Carnival) 2025 di Harbour Bay Downtown, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (27/7/2025) malam.

Acara penutupan berlangsung sangat meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Masyarakat dihibur band papan atas. Dalam acara tersebut juga dibagikan hadiah pada juara beberapa kompetisi selama Cernival berlangsung.

Sejumlah tamu undangan penutupan Cernival 2025 di Harbour Bay, Batam.

Gelaran Cernival 2025 terbilang sukses. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang membludak selama tiga hari pegelaran dan jumlah transaksi QRIS yang dilakukan pengunjung baik dalam berbelanja kuliner dan wahana yang tersedia di lokasi acara.

Dari catatan panitia, hingga hari kedua, Sabtu (26/7/2025) jumlah transaksi menggunakan QRIS tercatat mencapai 73.140 transaksi.

“Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 164 persen,” kata Kepala Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Sistem Pengelolaan Uang Rupiah di Kantor Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kepri, Husni Naparin, disela-sela kegiatan Cernival  Minggu (27/7/2025) malam.

Diakuinya angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan pelaksanaan Cernival tahun 2023, yang hanya mencatat 27.682 transaksi selama dua hari. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 164 persen atau tambahan 45.458 transaksi.

Peningkatan ini tak lepas dari kebijakan penyelenggara yang mewajibkan penggunaan QRIS di seluruh area acara, baik untuk transaksi permainan maupun pembelian di bazar UMKM.

BACA JUGA:  WFH, Pemko Batam Targetkan Hemat Rp 18 Miliar

Selain mencatat peningkatan transaksi, jumlah pengunjung selama dua hari pelaksanaan Cernival 2025 juga diperkirakan mencapai 4.700 orang.

“Puncak pengunjung terbanyak terjadi pada hari kedua seiring diselenggarakannya Cernival Night Run dengan julah pengunjung mencapai 1.500 orang,” katanya.

Dengan antusiasme tinggi dari pengunjung dan kebijakan digitalisasi pembayaran, Cernival 2025 dinilai sukses tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai pendorong inklusi keuangan digital di Kepulauan Riau.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Rony Widijarto, resmi membuka Cernival (Creative and Innovative Riau Island Carnival) 2025 di Harbour Bay Downtown, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/7/2025) malam.

Pembukaan Cernival berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dan pesta kembang api. Acara pembukaan juga dihadiri jajaran Forkopimda Batam dan Kepri.

Cernival merupakan sebuah event Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan salah satu event Road to FEKDI (Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan penerimaan masyarakat terkait pembayaran non tunai. Cernival pertama kali dilaksanakan pada tahun 2023.

Rony Widijarto menyebutkan bahwa digitalisasi kini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Warga RW 13 Pancur Baru Harap Perbaikan Jalan dan Drainase Saat Reses, Taba Iskandar Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Transformasi digital di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan dampak positif, khususnya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta layanan publik. Salah satu pendorong utamanya adalah pemanfaatan sistem pembayaran digital QRIS yang terus diperluas oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri).

“Kami ingin membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, di mana UMKM dan masyarakat luas bisa merasakan langsung manfaatnya. Wisatawan mancanegara pun bisa dengan mudah bertransaksi lewat QRIS lintas negara,” ujar Rony.

QRIS kini telah merambah berbagai sektor. Tak hanya digunakan UMKM di pasar-pasar tradisional dan sentra kuliner, sistem ini juga mulai diterapkan untuk pembayaran pajak daerah. BI Kepri bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam agar masyarakat bisa membayar pajak secara non-tunai melalui platform digital seperti Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, GoPay, dan lainnya.

“Tak perlu antre atau repot membawa uang tunai. QRIS memberi kemudahan dan transparansi bagi semua pihak,” imbuh Rony.

Antusiasme terhadap QRIS pun terus meningkat. Hingga pertengahan 2025, volume transaksi QRIS di Kepri mencapai 33,94 juta—naik 117,34 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara nilai transaksinya telah menembus Rp4,1 triliun.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Batam Hadiri Peresmian Kantor Zona Bakamla Barat, Tekankan Peran Strategis Bakamla

Dalam ajang Cernival 2025 yang berlangsung selama tiga hari (25–27 Juli), masyarakat bisa mencoba langsung berbagai layanan pembayaran digital yang melibatkan UMKM dan instansi pemerintah. Pihak Bapenda juga turut membuka booth dan menghadirkan demo transaksi non-tunai di lokasi acara.

Setelah sempat vakum selama setahun, Cernival kembali hadir bukan hanya sebagai ajang promosi, tetapi sebagai ruang praktik nyata digitalisasi di kehidupan sehari-hari. Pada 2023, kegiatan ini berhasil mencatat transaksi lebih dari Rp408 juta dan dihadiri lebih dari 13.700 pengunjung.

“Tahun ini kami ingin lebih dari itu. Kami ingin masyarakat sadar bahwa digitalisasi bukan hal yang rumit, tapi solusi yang memudahkan,” kata Rony.

Di malam pembukaan, diperkirakan ribuan pengunjung memadati arena Cernival 2025. Selain kulineran, pengunjung mengantre di wahana hiburan, di antaranya wahana rumah hantu, komedi putar, dan kereta wisata. Untuk masuk wahana rumah hantu cukup murah, hanya Rp 20. Caranya pun cukup gampang, pengunjung tinggal melakukan 20 kali scan QRIS. Selain itu ada juga komedi putar dengan hanya Rp 15 dan kereta wisata Rp 10. (ara)