Didi Kusmarjadi.
Ariranews.com, BATAM – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Batam menemukan sejumlah kasus penyakit yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan anak-anak. Dua penyakit yang paling banyak ditemukan dalam program ini adalah serumen (penumpukan kotoran telinga) dan diabetes melitus, termasuk pada kelompok usia dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan yang dilakukan di 21 puskesmas se-Batam, kasus serumen menjadi temuan tertinggi, dengan total 26.294 kasus pada kelompok usia anak-anak. Kasus terbanyak terjadi pada anak usia 7–12 tahun, yakni 17.693 kasus, disusul usia 13–15 tahun sebanyak 4.988 kasus, usia 16–17 tahun sebanyak 2.695 kasus, dan usia 1–6 tahun sebanyak 918 kasus.
“Kasus serumen memang sangat umum ditemukan, tapi tetap penting ditangani karena bisa mengganggu pendengaran dan tumbuh kembang anak,” ujar Didi, Rabu (27/8/2025).
Lebih mengejutkan, kata Didi, adalah tingginya temuan diabetes melitus pada anak-anak, dengan total 6.415 kasus. Penyakit yang selama ini identik dengan usia dewasa ini kini mulai banyak ditemukan pada anak usia sekolah.
Perinciannya adalah sebagai berikut:
Usia 1–6 tahun: 57 kasus
Usia 7–12 tahun: 350 kasus
Usia 13–15 tahun: 3.207 kasus
Usia 16–17 tahun: 2.801 kasus
“Ini menjadi perhatian serius karena diabetes pada anak sebelumnya termasuk jarang, tapi kini mulai bermunculan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi penyakit lebih lanjut.
Selain serumen dan diabetes, Dinkes Batam juga mencatat gangguan akibat virus pada anak-anak, meski jumlahnya tidak dirinci secara spesifik.
Sementara itu, untuk kelompok dewasa, hasil pemeriksaan CKG juga mengungkap adanya penyakit serius yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Meldasari, menyebut bahwa kelainan genital wanita menjadi penyakit terbanyak dengan 7 kasus.
Temuan penyakit serius lainnya meliputi:
Penyakit jantung: 5 kasus
Tumor payudara (tumor mamae): 2 kasus
Infeksi menular seksual (IMS): 1 kasus
Kelainan motorik: 1 kasus
“Pasien dengan hasil pemeriksaan tersebut langsung kami rujuk untuk penanganan lanjutan,” kata Meldasari.
Program CKG sendiri masih berlangsung dan menjangkau berbagai wilayah, termasuk pulau-pulau hinterland seperti Galang dan Rempang Cate. Total ada 21 puskesmas yang terlibat, antara lain Puskesmas Sekupang, Tiban Baru, Lubuk Baja, Belakang Padang, Sambau, hingga Puskesmas Rempang Cate dan Mentarau.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik pelaksanaan program ini. Ia berharap CKG menjadi sarana deteksi dini penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan program ini agar semakin banyak warga yang bisa terlayani,” ujarnya. (ara)
AriraNews.com, Batam - Persoalan perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) terhadap sekitar 214 unit rumah di…
Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai…
KARIMUN – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Karimun resmi menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun…
AriraNews.com, Batam - Komitmen menjaga keberadaan kampung tua menjadi salah satu poin utama dalam finalisasi…
AriraNews.com, Batam - Hotel Santika Batam menghadirkan inovasi terbaru di bidang kuliner dengan meluncurkan dua…
KARIMUN, seputarkarimun.com – Dalam rangka memeringati hari jadi Kabupaten Karimun yang ke-198, Pemerintah Kabupaten Karimun…