Ekonomi

Inovasi Digital CIMB Niaga Syariah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kepri

AriraNews.com, Batam – Antrean keberangkatan ibadah haji di Kota Batam terus memanjang. Hingga April 2025, tercatat sekitar 17.500 warga Batam sudah berada dalam daftar tunggu. Dengan kuota keberangkatan hanya 721 orang pada musim haji 2025, pendaftar baru diperkirakan harus menunggu lebih dari 20 tahun untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima.

Tingginya minat masyarakat Batam mendaftar haji, menurut Syahbudi, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Batam, tidak lepas dari kesadaran beragama yang tinggi dan kondisi ekonomi yang cukup stabil. Bahkan, tren terbaru menunjukkan banyak orang tua mulai mendaftarkan anaknya sejak usia belasan tahun demi mengantisipasi panjangnya masa tunggu.

Di tengah antusiasme tersebut, CIMB Niaga Syariah menghadirkan terobosan baru melalui aplikasi mobile banking OCTO Mobile, yang kini memungkinkan pendaftaran haji dilakukan langsung dari ponsel. Fitur ini terhubung dengan Siskohat Kemenag dan aplikasi Haji Pintar, sehingga calon jemaah dapat membuka Tabungan iB Pahala, mengisi formulir digital, hingga melakukan setoran awal BPIH tanpa harus datang ke kantor bank atau Kemenag.

“Kini, pendaftaran haji bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Inovasi digital ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendampingi nasabah dalam setiap tahap perjalanan ibadah mereka,” ujar Bung Aldilla, Head of Sharia Consumer Banking & Emerging Business Banking CIMB Niaga, Rabu (18/6/2025).

CIMB Niaga Syariah resmi meluncurkan fitur pendaftaran Haji secara daring melalui aplikasi mobile banking OCTO Mobile. Fitur ini melengkapi layanan yang sudah tersedia sebelumnya di platform OCTO Clicks. (Foto/Ist)

Untuk membantu perencanaan keuangan selama masa tunggu keberangkatan, CIMB Niaga Syariah menawarkan program Investasi Haji Muda. Program ini memungkinkan calon jemaah menabung secara rutin melalui investasi di reksa dana syariah berisiko rendah, mulai dari Rp360 ribu per bulan. Sejak diluncurkan tahun 2022, program ini telah diikuti oleh lebih dari 15 ribu nasabah.

Selain layanan mandiri melalui aplikasi, CIMB Niaga Syariah juga menyediakan dukungan langsung dari Teman Haji (Hajj Business Sales Representative/HBSR). Tim ini siap mendampingi nasabah mulai dari proses pembukaan rekening hingga mendapatkan porsi Haji, baik secara daring maupun melalui kantor cabang atau Kantor Pelayanan Haji Satu Atap (KPHS) Kemenag.

Inovasi tersebut berdampak signifikan: jumlah pendaftar haji melalui CIMB Niaga Syariah tumbuh 10 persen pada kuartal I 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu. Saat ini, CIMB Niaga Syariah menempati posisi tiga besar nasional dalam jumlah jemaah haji daftar tunggu.

Selain urusan haji, layanan OCTO Mobile juga diperluas ke momen Iduladha 1446 H/2025. Melalui fitur pembelian hewan kurban, CIMB Niaga Syariah menggandeng enam lembaga zakat nasional, yaitu Dompet Dhuafa, Baitul Maal Hidayatullah, Rumah Zakat, Al Azhar, LazisMu, dan Baznas. Selain kemudahan transaksi, nasabah juga berkesempatan memperoleh reward berkah, dan hasilnya tercermin dalam peningkatan transaksi qurban sebesar 92% dari tahun sebelumnya.

Fenomena itu selaras dengan tren di Batam. Data Pemko Batam mencatat 6.807 ekor hewan kurban disembelih pada Iduladha 2025, terdiri dari 2.338 ekor sapi dan 4.469 ekor kambing. Jumlah ini naik 13,7 persen dibanding tahun 2024, yang saat itu mencapai 4.986 ekor, dan lebih tinggi dari 2023 yang hanya 3.642 ekor.

Kenaikan angka kurban sekaligus memperlihatkan bahwa semangat religius masyarakat Batam tidak hanya tercermin dari panjangnya antrean haji, tetapi juga dari semakin tingginya partisipasi dalam ibadah sosial keagamaan.

“Melalui inovasi digital dan pendekatan sosial yang berkesinambungan, kami ingin terus hadir mendampingi nasabah dalam setiap tahap ibadah, dengan layanan yang mudah diakses, transparan, dan terpercaya,” pungkas Bung Aldilla.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri), Rony Widijarto usai membuka kegiatan QRIS Jelajah Indonesia pada Sabtu (23/8/2025) di halaman kantor BI Kepri, Batam Center, Batam.

Pengaruh inovasi digitalisasi perbankan lainya juga tercermin dalam penggunaan QRIS di Kepri yang meningkat tajam. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri), Rony Widijarto menjelaskan bahwa penggunaan QRIS di Provinsi Kepri terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, volume transaksi QRIS mencapai 33 juta kali dengan nilai transaksi sebesar Rp5,20 triliun.

“Hingga Juli 2025, volume transaksi sudah mencapai 40 juta dengan nilai transaksi yang kembali menyentuh Rp5 triliun. Kami menargetkan bisa mencapai 50 juta volume transaksi pada akhir tahun ini,” kata Rony, usai membuka kegiatan QRIS Jelajah Indonesia pada Sabtu (23/8/2025) di halaman kantor BI Kepri, Batam Center, Batam.

Sementara, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam mencatat realisasi investasi di Batam pada Triwulan 2025 mencapai Rp 8,6 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 15.192 orang. Investasi tersebut kombinasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala DPMPTSP Kota Batam, Reza Khadafi menjelaskan realisasi ini setara dengan 23,9% dari target Pemerintah Provinsi Kepri (Rp 36 triliun) dan 215,4% dari target Renstra Kota Batam (Rp 4 triliun). Kendati secara kuartalan (Quarter-on-Quarter/QoQ) dan tahunan (Year-on-Year/YoY) investasi mengalami penurunan masing-masing 38,5% dan 15,7%, namun dari sisi struktur dan distribusi sektor, pertumbuhan tetap terjaga positif.

Ia melanjutkan capaian Kota Batam dalam investasi Triwulan I 2025 menunjukkan daya tarik yang kuat di mata investor, terutama dari Singapura dan sektor jasa. Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya menjaga iklim investasi yang kondusif melalui perbaikan sistem perizinan, penguatan infrastruktur, dan penyediaan lahan yang terintegrasi.

Adapun komposisi PMA dan PMDN, PMA berkontribusi sebesar Rp 5,9 triliun (68,5%), meningkat 45,5% QoQ dan 15,7% YoY. Dan PMDN menyumbang Rp 2,7 triliun (31,5%), tumbuh 25,3% QoQ dan melonjak 58,5% YoY

Selain itu, ada empat sektor dominan dalam realisasi investasi di Batam Triwulan I 2025 meliputi: Jasa Lainnya Rp 2,2 triliun, Industri Mesin, Elektronik, dan Peralatan Presisi (termasuk instrumen kedokteran, listrik, optik, dan jam) Rp 1,5 triliun, Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran Rp 729,3 miliar, dan Perdagangan dan Reparasi Rp 709,69 miliar

Reza mengatakan sektor jasa menjadi yang tertinggi, mencerminkan pertumbuhan signifikan dari layanan pendukung industri dan kebutuhan digital serta logistik.

Singapura tetap menjadi investor asing terbesar dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp 3,6 triliun, setara lebih dari setengah total PMA yang masuk ke Batam. Tiga negara lain yang menyusul dalam daftar 4 besar negara. Di antaranya investasi PMA Malaysia sebesar Rp 669,3 miliar, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar Rp 448,7 miliar dan Taiwan sebesar Rp 373,9 miliar

Dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) senilai Rp 13,2 triliun (periode Januari-Maret 2025), Batam menyumbang 65,2% atau Rp 8,6 triliun. Hal ini menjadikan Batam sebagai lokomotif utama pertumbuhan investasi di Kepri, jauh melampaui daerah lainnya seperti: Kabupaten Bintan – Rp 1,3 triliun (28,8%), Kabupaten Karimun – Rp 412,8 miliar (3,2%),Kota Tanjungpinang – Rp 281,1 miliar (2,1%). Sementara kontribusi daerah lain seperti Kepulauan Anambas, Lingga, dan Natuna masih di bawah 1%.

Ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan pesat meski kondisi global penuh tantangan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri tumbuh 7,14% pada Triwulan II 2025 dibandingkan tahun lalu — pertumbuhan tertinggi di Sumatera. Angka ini juga naik dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,16%.

Pertumbuhan ini didorong terutama oleh sektor industri pengolahan dan pertambangan migas. Deputi Direktur Bank Indonesia Kepri, Adidoyo Prakoso, menyebut bahwa secara keseluruhan, ekonomi Kepri sudah tumbuh 6,15% hingga pertengahan 2025.

Sektor industri tumbuh hampir 7%, terutama karena naiknya produksi elektronik menjelang kebijakan tarif timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Di sisi lain, pertambangan dan penggalian naik drastis sebesar 24,21%, berkat mulai beroperasinya ladang migas Forel dan Terubuk di Natuna,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (7/8/2025).

Faktor pendorong lain inflasi Kepri tetap rendah dan terkendali. Pada Juli 2025, inflasi hanya 0,19%, setelah sempat mengalami deflasi bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi tercatat 1,97%, masih dalam target nasional.

Bank Indonesia optimis ekonomi Kepri akan terus tumbuh hingga akhir tahun, didukung proyek strategis, investasi di KEK, dan potensi masuknya wisatawan asing. Namun, risiko dari luar negeri seperti kebijakan perdagangan AS dan ketegangan geopolitik tetap diwaspadai. (ara)

Redaksi

Recent Posts

Ini Jawaban BP Batam Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar

AriraNews.com, Batam - Persoalan perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) terhadap sekitar 214 unit rumah di…

14 jam ago

Danlanud RSA Natuna Hadiri Apel Dansat TNI 2026, Presiden Tekankan Kedekatan dengan Rakyat

Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai…

1 hari ago

Mardana Surya Karma Terpilih Aklamasi, Siap Selamatkan Takraw Karimun dari Kepunahan

KARIMUN – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Karimun resmi menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun…

1 hari ago

Amsakar–Li Claudia Tegaskan Komitmen Jaga Kampung Tua di RTRW Kepri

AriraNews.com, Batam - Komitmen menjaga keberadaan kampung tua menjadi salah satu poin utama dalam finalisasi…

2 hari ago

Hotel Santika Batam Luncurkan “Jelajah Nusantara” dan Angkringan BBQ Night

AriraNews.com, Batam - Hotel Santika Batam menghadirkan inovasi terbaru di bidang kuliner dengan meluncurkan dua…

2 hari ago

Merayakan HUT ke-198, Sistem Pass Cashless Resmi Beroperasi di Pelabuhan Karimun

KARIMUN, seputarkarimun.com – Dalam rangka memeringati hari jadi Kabupaten Karimun yang ke-198, Pemerintah Kabupaten Karimun…

2 hari ago