banner 728x90

Tak Bermoral, Bantu Belikan Kondom dan Ikut Saksikan Suami Lakukan Perkosaan

Ariranews.com: Polres Bukittinggi terus mendalami kasus pemerkosaan yang diduga melibatkan pasangan suami istri
AF (30) dan YN (40).

“Masih terus kita periksa, guna mendalami lebih lanjut,” kata Kasat Reksrim Polres Kota Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution, Rabu (27/1/2021), yang dikutip dari detik.com


Kasus tersebut terjadi di rumah tersangka. Dari hasil pemeriksaan dalam kasus pemerkosaan terakhir, YN ikut berperan dengan membelikan kondom untuk suaminya sebelum perkosaan berlangsung. Bahkan YN ikut menyaksikan pemerkosaan yang dilakukan suaminya.

BACA JUGA:   Bakamla RI Bantu Evakuasi Korban Kapal SB Evelyn Calisca 01, 11 Orang Penumpang Meninggal Dunia

Menurut Chairul, istri tersangka YN memiliki peran penting dalam kasus pemerkosaan tersebut.

“Perkosaan sendiri, peran istri sudah tergambarkan, di mana sang istri menjemput korban ke tempat kerjanya menggunakan motor. Sampai di rumah, korban langsung dibawa ke kamar dan dibukain bajunya, lalu mempersilakan suaminya melakukan perkosaan,” kata Chairul.

Meski begitu, penyidik masih mendalami hal-hal lain yang menjadi motif pemerkosaan tersebut. Diketahui, pelecehan terhadap korban dilakukan sejak 2018.

BACA JUGA:   Telkom Komitmen Bantu Masyarakat Hadapi Era Ekonomi Digital, Buka Kelas Gratis Digital Marketing bagi Pelaku UMKM

Tersangka AF menebar ancaman terhadap korban S dan juga istrinya YN.

“Berdasarkan keterangan tersangka, pengakuan dari YN, dia diancam oleh suaminya. Apabila tidak memenuhi keinginannya akan membunuh istrinya. Sementara ancaman kepada korban akan dibunuh dengan orang tuanya,” jelas Chairul.

Ia menambahkan atas perbuatannya pasutri tersebut diancam Pasal 285 juncto 289 KUHPidana, sesuai pasal 285 KUHPidana ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara, sementara 289 KUHP ancaman hukumannya adalah 9 tahun penjara.

BACA JUGA:   Bestie Megticy Night di MTC Nongsa, Festival Kuliner hingga Kompetisi Berhadiah Jutaan Rupiah

AF dan YN ditangkap pada Sabtu (23/1). Kasus mulai terungkap setelah S melapor ke polisi pada 19 Januari 2021.(emr)

sumber: detik.com
foto: ilustrasi/solopos