AriraNews.com, Batam – Pembukaan Festival Berlayar (Bersama Rayakan Festival Digital Masyarakat Kepulauan Riau), di Lapangan Indera Sakti, Pulau Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (15/11/2025) malam berlangsung meriah.
Ribuan masyarakat tumpah ruah di lapangan pulau yang dijuluki “Pulau Penawar Rindu” tersebut. Tarian kolosal berkisah Laksamana Hang Tuah memukau masyarakat dan tamu yang hadir. Permainan musik dan pencahayaan menambah kesan makin spektakuler. Masyarakat kian terhibur dengan penampilan artis Ibu Kota, Iyeth Bustami yang terkenal dengan lagunya yang berjudul “Laksmana Raja di Laut”.
Festival Berlayar 2025, merupakan festival digital dan budaya yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. Festival akan berlangsung selama dua hari, 15-16 November 2025. Selain mengkampanyekan penggunaan QRIS, berbagai kegiatan juga digelar selama event berlangsung, mulai dari bazar UMKM, donor darah, hingga fun run.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui empat pilar utama, yaitu: Implementasi sistem pembayaran digital (QRIS dan Rupiah Digital), Pelestarian budaya Melayu dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, Sinergi lintas pemangku seluruh kepentingan dan Penguatan ekosistem UMKM yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Dipilihnya Pulau Belakangpadang kata Ardhienus karena merupakan salah satu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Belakangpadang berpotensi besar menjadi etalase ekonomi digital Kepulauan Riau.
Sehingga lanjutnya, Bank Indonesia Kepri akan mendorong pelaku pariwisata, UMKM di Belakangpadang untuk beralih ke sistem pembayaran digital atau QRIS. Mulai dari penambang boat pancung, becak, dan pelaku UMKM. Dengan demikian memudahkan wisatawan dalam melakukan transaksi saat berkunjung.
“Dengan dukungan teknologi pembayaran digital seperti QRIS antarnegara, pelaku UMKM dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Ardhienus.
Hal tersebut sudah terlihat langsung diterapkan saat festival berlangsung. Sebelum menaiki boat pancung yang ditunjuk panitia dari Pelabuhan Rakyat Sekupang menuju Pelabuhan Belakangpadang maupun sebaliknya calon penumpang terlebih dulu melakukan pembayaran melalui QRIS yang telah disediakan. Begitu juga yang ingin menaiki becak khas Belakangpadang, melakukan pembayaran melalui sistem QRIS.
Dalam mendorong transformasi digital tersebut Bank Indonesia Perwakilan Kepri juga mendirikan Pojok Digital Belakangpadang yang berada persis di pintu keluar pelabuhan. Di tempat tersebut masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang perkembangan ekonomi digital dan informasi seputar perbankan lainnya.
Dengan masifnya transformasi pembayaran digital diharapkan ke depan Belakangpadang menjadi ikon baru ekonomi digital di wilayah pesisir dan menjadi contoh bagi daerah lainnya di Kepri. (ara)







