Reses Taba Iskandar di Kavling Seraya Sambau Penuh Nostalgia, Warga Curhat Serasa ke Saudara Sendiri

Avatar photo
Reses anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Taba Iskandar, SH, MH, MSI, di RW 014 Kavling Seraya, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Rabu (29/4/2026) malam, berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan.

AriraNews.com, Batam – Reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Taba Iskandar, SH, MH, MSI, di RW 014 Kavling Seraya, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Rabu (29/4/2026) malam, berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga ajang nostalgia antara Taba dan warga yang telah lama mengenalnya.

Berbagai aspirasi disampaikan warga Kavling Seraya dalam Reses Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar.

Dalam sambutannya, Taba Iskandar mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat setempat. Ia mengingat masa-masa ketika pernah tinggal di Kampung Seraya sebelum akhirnya berpindah ke wilayah lain di Batam.

“Yang senior-senior pasti kenal dengan saya. Tahun 1998 saya pernah di Seraya. Saya pindah-pindah, dari Seraya saya pindah ke Bengkong,” ujar Taba disambut senyum warga.

Tokoh masyarakat setempat, Darsuin, menegaskan bahwa sosok Taba Iskandar bukanlah orang baru bagi warga Kavling Seraya. Menurutnya, sejak masih tinggal di Kampung Seraya, Taba sudah dikenal aktif membantu masyarakat. Bantuan Taba juga kini dirasakan setelah pindah ke Sambau.

BACA JUGA:  Peresmian Mako Bakamla Zona Barat di Batam, Amsakar: Keamanan Maritim Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Sejak di kampung Seraya sudah kenal beliau. Kami bangga, bantuan seperti atap masjid, jembatan, hingga semenisasi jalan sudah dirasakan masyarakat,” kata Darsuin.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap lapangan pekerjaan, khususnya bagi pemuda dan lulusan sekolah.

“Saat ini anak-anak kita, pemuda di sini butuh pekerjaan. Mungkin bapak bisa mencarikan Jalan keluarnya,” ujar Darsuin.

Ketua RW 014, Wagimun, mengungkapkan bahwa wilayahnya dihuni sekitar 400 kepala keluarga. Ia berharap Taba dapat menjadi penyambung aspirasi warga kepada pemerintah, terutama terkait infrastruktur jalan masuk yang masih membutuhkan perhatian.

Masyarakat sangat senang dengan kehadiran Taba Iskandar. Warga berharap Taba bisa membawa dan memperjuangkan aspirasi mereka.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari pelayanan umum, kebutuhan air bersih, hingga pasokan listrik. Menanggapi hal tersebut, Taba mengimbau warga untuk aktif menyampaikan masukan dan saran agar dapat diteruskan kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Ia juga menyebutkan bahwa dari hasil reses beberapa persoalan telah langsung ditindaklanjuti, seperti penerangan jalan di kawasan Perumahan Laguna Tahap 2, Kecamatan Sei Beduk. Namun, untuk akses jalan menuju SMP 26 Nongsa, Taba menjelaskan masih terkendala masalah sengketa lahan yang sedang dalam proses penyelesaian pemerintah.

BACA JUGA:  Modus Penggelapan dengan Pura-pura Rental Mobil Jangka Panjang

“Untuk jalan di Batam, penanganannya melibatkan Pemko Batam dan BP Batam. Sebaiknya juga diusulkan melalui musrenbang agar bisa masuk dalam perencanaan,” jelasnya.

Dalam setiap kegiatan reses, Taba juga menekankan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk cerdas dalam memilih pemimpin dan tidak mudah tergoda oleh praktik politik uang.

Sejumlah aspirasi lain turut disampaikan warga. Silawandra mengapresiasi komitmen Taba yang telah merealisasikan pembangunan semenisasi dan jembatan, serta berharap kelanjutan pembangunan masjid yang masih belum memiliki kubah.

Adameri mengusulkan pembangunan fasilitas umum sesuai standar. Sementara Misrawati menyoroti keterbatasan fasilitas posyandu seperti kursi dan kipas angin.

“Saat posyandu kami mandi keringat,” kata Misrawati, disambut tepuk tangan.

BACA JUGA:  Li Claudia Minta Sinkronisasi Data Kependudukan Dioptimalkan

Perwakilan majelis taklim juga mengungkapkan kebutuhan alat kompang untuk kegiatan penyambutan tamu.

Keluhan lain datang dari Nofriadi terkait banjir yang terjadi akibat penimbunan lahan yang menuju laut. Aktifitas tersebut membuat penyempitan aliran air merubah arah drainase yang membuat aliran air tak lancar. “Dulu lurus (drainase), sekarang jadi bengkok,” ujarnya. Sementara itu, Sahlan Siregar menyoroti minimnya penerangan jalan yang rawan tindak kriminal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Taba mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan akan dilaporkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri. Selain itu juga akan dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan ditindak lanjuti sesuai dengan kewenangan, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.

“Untuk kubah masjid, fasum, dan lainnya silakan buat proposal. Nanti kita dorong agar bisa direalisasikan melalui program di pemerintahan,” kata Taba. Usai reses kegiatan ditutup dengan ramah tamah dengan masyarakat setempat.(emr)