banner 728x90

Ibu yang Gorok Tiga Anaknya Meninggal

Sumut: MT, orang tua yang tega menggorok tiga anaknya di Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut) meninggal dunia.

“Tahanan Polres Nias, tersangka MT (30) meninggal di RSUD Gunungsitoli Karena sakit,” kata Humas Polres Nias Aiptu Yansen, dikutip dari detik.com, Minggu (13/12/202).

Yansen mengatakan MT sudah sempat dibawa ke rumah sakit karena luka di leher pada Kamis (10/12). Luka ini dia dapatkan karena hendak bunuh diri usai menghabisi nyawa ketiga anaknya.

“Setelah mendapatkan perawatan medis kemudian dibawa ke unit PPA Sat Reskrim Polres Nias guna dimintai keterangan,” ucapnya.

MT kemudian harus kembali dibawa ke rumah sakit pada Jumat, Sabtu dan Minggu. Dia dibawa karena mengeluh sakit di perut dan mengalami muntah-muntah.

“Pada hari Minggu tanggal 13 Desember 2020 sekitar pukul 06.10 WIB, tersangka (MT) dinyatakan oleh dokter umum piket RSUD Gunungsitoli telah meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli,” jelas Yansen.

BACA JUGA:   Penghapusan Tenaga Honorer, Ansar Ahmad: Pengangguran di Kepri Bertambah dan Pengaruhi Pemilu 2024

Diberitakan sebelumnya, pempuan berinisial MT (30) di Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut) membunuh tiga orang anaknya dengan cara sadis.

Tepatnya di Desa Banua Sibohou, Namohalu Esiwa, Nias Utara, pada Rabu (9/12/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. MT menggorok anaknya: YL (5), SL (4), dan DL (2).

Humas Polres Nias Aiptu Yansen mengungkapkan pembunuhan sadis itu terjadi kala suami MT, Nofedi Lahagu, sedang pergi ke TPS bersama anggota keluarga yang lain.

“Suami pelaku berangkat bersama ke TPS II Desa Banua Sibohou untuk melakukan pencoblosan terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Utara dan sebelum keempatnya berangkat mereka pamit terlebih dahulu kepada pelaku inisial MT dan para korban,” kata Humas Polres Nias Aiptu Yansen, dikutip dari detik.com, Jumat (11/12/2020).

BACA JUGA:   Wagub Marlin Ikuti Rangkaian HJB ke-192, Dukung Batam Semakin Modern dan Sejahtera

Pada pukul 12.00 WIB, kakek, nenek, dan kakak korban pulang ke rumah. Sementara Nofedi masih tinggal di Lokasi TPS yang berjarak sekitar 5 km dari rumahnya.

Ketiga saksi itu kemudian masuk ke rumah yang tak dikunci. Saat masuk ke dalam, ketiga saksi melihat tiga korban dalam keadaan leher tergorok.

“Setibanya di dalam rumah, para saksi melihat ketiga orang korban dalam keadaan terluka dan tidak bernyawa dengan posisi luka gorok di leher sedangkan pelaku inisial MT (ibu kandung ketiga korban) berada di samping ketiga korban dengan posisi tidur telentang dan sebilah parang berada di samping pelaku,” ungkap Yansen.

Ketiga saksi kaget dan langsung menghubungi tetangga. Nofedi kemudian pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB dan diberi tahu soal peristiwa itu. Dia kemudian masuk ke kamar dan melihat tiga anaknya dalam keadaan tewas.

BACA JUGA:   LSM Lira Kepri: Pak Gubernur jangan Curhat, Masyarakat tak Butuh Itu

Polisi turun tangan setelah mendapat laporan dari warga. Kapolsek Tuhemberua AKP Ibe J Harefa dan Personel Polsek Tuhemberua bersama dengan Kasat Reskrim Polres Nias AKP Junisar R Silalahi dan Personel Sat Reskrim Polres Nias menuju tempat kejadian tersebut.

Yansen mengatakan tersangka telah diamankan ke kantor polisi. Polisi kemudian telah membawa mayat ketiga korban untuk diperiksa di rumah sakit.

Di hadapan polisi, MT buka-bukaan alasan dirinya gelap mata membunuh darah dagingnya sendiri.

“Pelaku melakukan pembunuhan tersebut karena faktor impitan ekonomi,” kata Humas Polres Nias Aiptu Yansen kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).(emr)