Hari Kedua PPKM Darurat, Wako Batam Bersama Forkompinda Tinjau 13 Titik Penyekatan

Avatar photo

Ariranews.com, Batam – Pemerintah Kota Batam bersama Forkompinda kembali meninjau lokasi penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di hari kedua, Selasa (13/7/2021). Hari ini, ada 13 lokasi titik peninjauan se Kota Batam yang langsung dipimpin oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Tim bergerak mulai dari Simpang Martabak HAR, Lubukbaja, bergerak ke Simpang Telkom, Simpang Irinco, Simpang Baloi Center, Simpang Nantongga, Simpang Melcem, Simpang Gogo, dan sejumlah titik penyekatan lainnya, total ada 13 titik yang ditinjau.

BACA JUGA:  Ascott Regional Batam Gelar Pelatihan Digital dan Hospitality di Global Disability Awareness Day Bagi Penyandang Disabilitas

Di setiap titik penyekatan, Wali Kota bersama tim turun langsung mengecek situasi penyekatan.

“Alhamdulillah, masyarakat makin sadar dan kita lihat mobilitas warga sudah berkurang,” ujar Rudi di lokasi penyelatan Baloi Center.

Rudi berharap, dengan berkurangnya pergerakan warga, dapat juga mengurangi kasus penularan Covid-19 di Batam. Kata Rudi, penyekatan ini bertujuan mengurangi pergerakan warga Batam dalam rangka menangani kasus Covid-19 di Batam.

BACA JUGA:  Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih Sapi dan Kambing Kurban, Doakan Wako Batam Amsakar Achmad Raih Haji Mabrur

“Semoga dengan ini kita bisa memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Virus ini menular dari manusia ke manusia,” ucapnya.

Rudi meminta masyarakat tetap membatasi mobilitas selama PPKM Darurat demi kesehatan bersama dan bersama mengembalikan kejayaan perekonomian Batam.

“PPKM Darurat hanya sembilan hari (12-20 Juli 2021). Lebih baik kita menahan diri sembilan hari dibanding kita harus terpuruk sembilan tahun ke depan,” kata Wali Kota.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Jadi Khatib Salat Iduladha 1447 H, Ajak Umat Muslim Ikhlas Berkurban Menuju Ketakwaan

Rudi juga mengapresiasi petugas dari TNI-Polri, hingga pegawai Pemko Batam yang bertugas di titik-titik penyekatan. Ia berpesan agar bertugas secara tegas namun tetap humanis.

“Jangan sampai ada kegaduhan. Yang kita urus adalah warga kita, saudara-saudara kita,” ujar Rudi.(emr)