AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Bank Sumut dalam Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen, sekaligus memberikan apresiasi kepada koperasi berprestasi di Kota Batam.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemko Batam dan PT Bank Sumut yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan hasil Penilaian Kesehatan Koperasi Tahun 2025 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Pemimpin Divisi Kredit Konsumen PT Bank Sumut Faisal Panggabean, serta pengurus koperasi se-Kota Batam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Batam kini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas yang telah ada, serta menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik semata, tetapi harus menghadirkan pemberdayaan. Penguatan kapasitas SDM dan ekonomi masyarakat harus mulai dipersiapkan dari sekarang. Jika tidak, kita akan tertinggal,” ujar Amsakar.
Ia juga mengapresiasi capaian koperasi di Batam yang berhasil meraih predikat sehat dan cukup sehat. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat, khususnya dalam mendukung pelaku UMKM agar semakin berkembang.
Selain menghadirkan program subsidi bunga atau margin 0 persen melalui kerja sama dengan perbankan, Pemko Batam juga terus mengoptimalkan pembiayaan usaha melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelolaan Dana Bergulir (PDB) dengan bunga rendah. Amsakar menyebutkan, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada program tersebut berada di angka 2,1 persen, jauh di bawah batas aman sebesar 5 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Bank Sumut menjadi bagian dari strategi memperluas akses pembiayaan bagi UMKM tanpa beban bunga maupun margin.
Program tersebut menyasar pelaku usaha mikro, seperti pedagang kecil dan pelaku usaha kuliner, dengan plafon pinjaman awal hingga Rp20 juta tanpa agunan.
Menurut Salim, Bank Sumut menjadi mitra perbankan ketiga dalam program pinjaman margin 0 persen setelah Bank BTN dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Saat ini, Pemko Batam juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan Bank Jatim guna memperluas jangkauan layanan pembiayaan.
“Alokasi anggaran yang disiapkan saat ini mencapai Rp3 miliar. Atas arahan Bapak Wali Kota dan dukungan Bapelitbangda, ke depan diusulkan peningkatan plafon pinjaman dari Rp20 juta menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta agar manfaat program semakin besar bagi pelaku UMKM,” kata Salim.
Berdasarkan data Online Data System (ODS) per Juni 2026, terdapat 1.132 koperasi yang terdaftar di Kota Batam, dengan 375 koperasi berstatus aktif. Dari hasil pemeriksaan terhadap 43 koperasi pada tahun 2025, sebanyak 16 koperasi memperoleh predikat Sehat dan 27 koperasi meraih predikat Cukup Sehat.
Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Divisi Kredit Konsumen PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemko Batam kepada Bank Sumut sebagai mitra penyalur pembiayaan UMKM.
Ia menegaskan bahwa Bank Sumut siap mendukung pembangunan daerah melalui layanan pembiayaan yang inklusif, cepat, dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro.
“Program Subsidi Bunga yang kita tandatangani hari ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro untuk memperoleh pembiayaan yang lebih ringan. Kolaborasi yang kuat akan melahirkan ekonomi yang tangguh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam,” ujarnya.
Selain sektor pembiayaan, Pemko Batam juga terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dan wilayah hinterland, peningkatan layanan kesehatan, serta berbagai program perlindungan sosial.
Menutup rangkaian kegiatan, Wali Kota Batam menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada koperasi penerima predikat terbaik. Ia mengajak seluruh pengurus koperasi di Kota Batam untuk terus menjaga tata kelola organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara rutin sebagai fondasi penguatan ekonomi kerakyatan di Batam.(rls/emr)










