AriraNews. Batam- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melantik Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) XXXIV Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (7/4/2024).
Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para tokoh senior dan seluruh Dewan Hakim yang bersedia mengemban amanah pada perhelatan ke-34 ini. Ia menyebut Dewan Hakim sebagai sosok sentral dalam menjaga marwah syiar Al-Qur’an di Kota Batam.
”Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu menjadi garda terdepan dalam menyukseskan MTQH tingkat Kota Batam tahun 2026. Kehadiran Dewan Hakim bukan sekadar pemberi nilai, melainkan bagian dari upaya kita bersama menghidupkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat,” ujar Amsakar.
Amsakar menekankan bahwa kualitas pemenang sangat bergantung pada kejujuran dan ketegasan dewan hakim dalam menerapkan aturan. Ia menitipkan pesan kuat mengenai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) penilaian.
Lebih lanjut, menurut Amsakar penilaian harus murni berdasarkan kemampuan peserta tanpa adanya intervensi atau subjektivitas karena integritas hakim adalah fondasi utama untuk melahirkan juara yang benar-benar berkualitas.
“Melalui penilaian yang profesional, diharapkan lahir qori-qoriah, hafidz-hafidzah, mufassir-mufassirah, hingga muhaddits-muhadditsah yang mampu bersaing hingga tingkat Provinsi dan Nasional,” ujarnya.
Selain aspek penilaian, Amsakar juga memberikan perhatian khusus pada manajerial penyelenggaraan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 10-16 April 2026 mendatang. Ia meminta seluruh panitia untuk melakukan refleksi dari kegiatan keagamaan sebelumnya, seperti peringatan Nuzulul Quran, agar kekurangan yang ada tidak terulang kembali.
”Saya minta pengemasan acara MTQH kali ini dilakukan dengan sangat baik. Kita ingin gema syiar Islam terasa lebih kuat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Jangan hanya menjadi rutinitas, tapi jadikan momentum untuk memperkuat identitas Batam sebagai kota yang madani,” tegasnya.
Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah hingga tokoh masyarakat, untuk bersatu padu menyemarakkan kegiatan keagamaan ini agar berjalan semarak dan memberikan dampak spiritual yang luas bagi warga Kota Batam. (*emr)








