AriraNews.com, Batam – BPJS Kesehatan Cabang Batam menggelar Media Gathering di Kantor BPJS Kesehatan Batam, Batamcenter, Kamis (4/12/2024). Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan insan pers itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah, memaparkan perkembangan layanan jaminan kesehatan di Batam dan Karimun, sekaligus menyampaikan apresiasi atas peran media dalam memberikan literasi kepada masyarakat.
Memasuki tahun ke-11 implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kata Harry, BPJS Kesehatan terus melakukan berbagai inovasi dan perbaikan pelayanan. “Banyak capaian yang telah kami raih, kemudahan yang sudah dinikmati masyarakat, dan tentu saja manfaat yang semakin luas. Namun kami tetap menyadari masih ada kekurangan yang dirasakan peserta, dan itu akan terus kami perbaiki,” ujarnya.
Harry juga memberi apresiasi kepada media yang selama ini menjadi jembatan informasi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat. “Terima kasih untuk peran media yang telah memberikan literasi dan edukasi kepada publik. Kami akan terus bersinergi dengan rekan-rekan media,” tambahnya.
Perkembangan Peserta di Batam dan Karimun
Dalam paparannya, Harry menjelaskan bahwa wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Batam meliputi Kota Batam dan Kabupaten Karimun, sementara daerah lainnya di Kepri berada di bawah Cabang Tanjungpinang.
Per November 2024, tingkat kepesertaan di Kabupaten Karimun mencapai 98,81 persen, sedangkan Batam tercatat memiliki 1,365 juta jiwa peserta dengan cakupan 97 persen. “Batam dan Karimun tinggal dua persen lagi menuju Universal Health Coverage (UHC) penuh,” jelas Harry.
Karakteristik peserta di dua wilayah ini pun berbeda. Di Batam, mayoritas peserta berasal dari badan usaha, sedangkan di Karimun didominasi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBIJK).
Meski tingkat kepesertaan relatif tinggi, status kepesertaan aktif masih menjadi tantangan. Tingkat keaktifan peserta di Batam berada pada angka 78,62 persen, sementara Karimun 79,82 persen. “Yang paling banyak nonaktif adalah peserta mandiri karena menunggak,” ujarnya.
Total tunggakan iuran peserta mandiri (PBPU) di Batam mencapai Rp87 miliar. “Untuk mengaktifkan kembali, ada dua cara: pertama dengan melunasi seluruh tunggakan, kepesertaan langsung aktif. Kedua melalui program Rehab dengan skema cicil, dan setelah cicilan lunas kepesertaan baru aktif,” ungkapnya.
Program Rehab 2.0
BPJS Kesehatan Batam kini mengembangkan fitur New Rehab 2.0, yang memberikan kemudahan penyesuaian segmen dan skema cicilan bagi peserta mandiri. Namun, peserta yang beralih ke segmen yang dibiayai pemerintah tidak otomatis menghapus tunggakan. “Apabila tidak dibiayai pemerintah lagi, tunggakan tetap ada dan harus diselesaikan,” jelas Harry.
Adapun syarat mengikuti program cicil yakni peserta memiliki tunggakan 4 sampai 24 bulan, dengan tenor cicilan maksimal 12 bulan.
Saat ini, kemudahan pembayaran semakin diperluas dengan tersedianya 955.429 kanal pembayaran yang tersebar secara nasional. “Hampir mencapai satu juta kanal. Ini untuk memastikan peserta bisa membayar kapan pun dan di mana pun,” tegasnya.
Dalam aspek pelayanan, BPJS Kesehatan Batam terus memperluas kerja sama dengan fasilitas kesehatan. Di Kota Batam terdapat: Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP): 119 Rumah sakit rujukan: 23, Apotek: 21, Laboratorium: 4, Optik: 9
Sementara di Kabupaten Karimun terdapat: FKTP: 20. Rumah sakit rujukan: 2, Apotek: 3, Laboratorium: 1, Optik: 3
Dengan jaringan layanan yang semakin lengkap ini, Harry berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa hambatan. Ia menegaskan bahwa seluruh pegawai BPJS Kesehatan bekerja dengan landasan tata nilai: integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovasi.
“Ini menjadi komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Batam dan Karimun,” pungkasnya. (ara)







