Pemkab Natuna Perkuat Budaya Literasi, Lewat Lomba Bertutur Tingkat SD

Suasana saat pembukaan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat se-Kabupaten Natuna, di Aula Pertemuan Syamsul Hilal Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Ariranews.com, Natuna — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat se-Kabupaten Natuna. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna ini digelar selama dua hari, mulai Senin (4/5/2026) hingga Selasa (5/5/2026), di Aula Pertemuan Syamsul Hilal.

Lomba bertutur tersebut menjadi bagian dari Gerakan Pembudayaan Membaca sekaligus momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca anak sejak dini, tetapi juga melestarikan cerita rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal Natuna.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Khaidir. Dalam menyampaikan sambutan Bupati, ia menegaskan bahwa pembudayaan membaca sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi unggul.

BACA JUGA:  Danlanud RSA Natuna Hadiri Apel Dansat TNI 2026, Presiden Tekankan Kedekatan dengan Rakyat

Menurutnya, penguatan literasi tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Program pembudayaan membaca, kata dia, merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang didukung anggaran, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Program ini dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan, bahkan telah menjadi bagian dari kalender kegiatan nasional. Lomba bertutur menjadi wadah strategis dalam menumbuhkan budaya baca sekaligus melahirkan generasi muda yang gemar literasi,” ujar Khaidir.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebagai indikator keberhasilan program literasi di daerah. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung gerakan literasi.

“Kolaborasi yang baik antarinstansi dan pemangku kepentingan akan memperkuat pembudayaan membaca di tengah masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kesiapan Operasi, Lanud RSA Natuna Kirim Personel Ikuti Latihan di Pekanbaru

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, Erson Gempa Afriandi, menyampaikan bahwa lomba bertutur merupakan langkah konkret dalam meningkatkan budaya literasi sejak usia dini.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya mengasah kemampuan bertutur, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan karya-karya anak daerah yang telah dibukukan sebagai bagian dari identitas generasi muda Natuna.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan bertutur, tetapi juga mengangkat karya anak-anak Natuna agar semakin dikenal luas,” ujarnya.

Erson menambahkan, pelaksanaan kegiatan didukung anggaran APBN yang diperoleh dari capaian akreditasi dan penilaian indeks pembangunan literasi daerah. Tahun ini, Kabupaten Natuna mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp400 juta dan berpeluang memperoleh tambahan Rp800 juta apabila berhasil meningkatkan akreditasi perpustakaan daerah menjadi B.

BACA JUGA:  Dispusip Natuna Akan Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD, Dorong Literasi dan Lestarikan Cerita Rakyat

“Kami mohon dukungan semua pihak agar target peningkatan akreditasi dapat tercapai, sehingga program literasi bisa terus berkelanjutan,” katanya.

Lomba bertutur tahun ini diikuti oleh 23 peserta dari 13 sekolah dasar di Kabupaten Natuna. Para peserta membawakan cerita rakyat daerah karya penulis lokal yang telah dikenal secara nasional. Pemenang lomba akan diumumkan pada hari terakhir dengan total hadiah yang disiapkan sebagai bentuk apresiasi.

Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Natuna berencana melanjutkan program peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan sekolah serta pegiat literasi melalui pelatihan dan pendampingan dari narasumber tingkat nasional.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Pemkab Natuna juga merencanakan Festival Literasi yang akan digelar pada September mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional, dengan berbagai agenda seperti bazar buku dan pertunjukan seni.
(Dod)