Dispusip Natuna Akan Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD, Dorong Literasi dan Lestarikan Cerita Rakyat

Tampak kantor dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna.

Ariranews.com, Natuna – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna akan menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat se-Kabupaten Natuna sebagai upaya mendorong peningkatan literasi sekaligus melestarikan cerita rakyat di Kabupaten Natuna. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 hingga 5 Mei 2026.

Lomba tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pembudayaan Membaca yang bertujuan meningkatkan minat literasi anak sejak dini, sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Natuna, Erson Gempa Afriandi, mengatakan bahwa kegiatan Lomba Bertutur tahun 2026 didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik. Anggaran tersebut, kata dia, merupakan bentuk apresiasi atas peningkatan akreditasi perpustakaan daerah yang sebelumnya naik ke peringkat C.

BACA JUGA:  Peringati Hari Kartini, Srikandi SAR Natuna Edukasi Pelajar soal Keselamatan

“Tahun ini kami menargetkan peningkatan kembali menjadi akreditasi B. Jika tercapai, maka tahun depan Natuna berpotensi mendapatkan tambahan anggaran yang lebih besar untuk pengembangan kegiatan literasi,” ujar Erson, Minggu (3/5/2026), melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan, lomba diikuti oleh 24 peserta dari berbagai sekolah dasar di Natuna. Meski undangan telah disebarkan ke seluruh wilayah, sebagian besar peserta berasal dari Pulau Natuna Besar dan sekitarnya, mengingat tantangan geografis daerah kepulauan.

“Undangan sudah kami sampaikan ke seluruh SD. Namun karena kondisi geografis, peserta yang hadir umumnya dari wilayah terdekat, meskipun ada juga perwakilan dari daerah yang cukup jauh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erson menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan memahami, mengingat, serta menyampaikan kembali isi bacaan di depan publik.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kesiapan Operasi, Lanud RSA Natuna Kirim Personel Ikuti Latihan di Pekanbaru

“Melalui bertutur, anak-anak dilatih keberanian, daya ingat, serta kemampuan komunikasi. Ini penting untuk membentuk generasi yang percaya diri dan terampil berbicara di depan umum,” katanya.

Selain itu, lomba bertutur juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal. Para peserta diwajibkan membawakan cerita rakyat Natuna yang telah dibukukan, termasuk karya penulis lokal seperti BM Samsudin.

Pemenang lomba nantinya akan mewakili Natuna ke tingkat provinsi hingga berpeluang melaju ke tingkat nasional. Seluruh biaya keikutsertaan akan ditanggung pemerintah daerah melalui dana DAK non-fisik.

Erson berharap kegiatan bertutur dapat terus dibudayakan di lingkungan sekolah, baik melalui lomba internal maupun antar sekolah.

BACA JUGA:  Cengkeh Natuna Tembus Pasar Surabaya, Karantina Pastikan Kualitas dan Keamanan

“Kami mendorong sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin agar kemampuan literasi dan kreativitas siswa terus berkembang,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang akan kembali tampil pada puncak Festival Literasi yang direncanakan berlangsung pada 19 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional. Kegiatan tersebut juga akan diramaikan dengan bazar buku, pertunjukan seni, serta pameran literasi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dinantikan, serta mampu melahirkan generasi Natuna yang unggul dalam literasi,” tutupnya.

Langkah ini bertujuan meningkatkan literasi anak sejak dini, sekaligus melestarikan cerita rakyat di Kabupaten Natuna.
(Dod)