Batam  

Pastikan Respons Kilat, Bandara Hang Nadim Laksanakan Latihan Kecelakaan Pesawat

Avatar photo
PT Bandara Internasional Batam (BIB), menggelar kegiatan Aircraft Accident Exercise (AACE) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Selasa (2/12/2025) siang. Latihan melibatkan berbagai pihak terkait.

AriraNews.com, Batam — PT Bandara Internasional Batam (BIB), menggelar kegiatan Aircraft Accident Exercise (AACE) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Selasa (2/12/2025) siang.

Simulasi penanggulangan kecelakaan pesawat ini melibatkan unsur bandara, maskapai, Basarnas, TNI–Polri, pemadam kebakaran, dan tim medis dari berbagai rumah sakit rujukan di Kota Batam.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur operasional bandara ketika menghadapi kondisi darurat.

BACA JUGA:   Reses Komisi VII DPR RI, Kepala BP Batam: Jangan Sampai Tambang Pasir Laut Ganggu Nelayan

Menurut Anton, latar belakang pelaksanaan AACE adalah komitmen pengelola bandara dalam memenuhi standar keselamatan penerbangan yang telah ditetapkan secara internasional. “Bandara adalah kawasan dengan risiko tinggi. Karena itu, seluruh personel harus siap merespons dalam hitungan menit saat terjadi keadaan darurat, khususnya kecelakaan pesawat,” ujarnya.



Anton menegaskan bahwa tujuan utama latihan ini adalah menguji kecepatan dan ketepatan koordinasi antarlembaga serta memastikan semua peralatan, jalur evakuasi, dan prosedur penanganan darurat berfungsi optimal. Melalui latihan terintegrasi ini, pihaknya dapat mengidentifikasi potensi kendala di lapangan sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh.

BACA JUGA:   Polda Kepri Gelar Syukuran di HUT Polwan ke 74

Ia juga menyampaikan harapan agar AACE tahun ini dapat meningkatkan profesionalisme dan kewaspadaan seluruh petugas, sehingga penanganan keadaan darurat di Hang Nadim selalu berada pada standar tertinggi. “Kami ingin memastikan bahwa keselamatan penerbangan bukan hanya slogan, tetapi benar-benar tercermin dalam kesiapan nyata seluruh tim,” kata Anton.

Simulasi yang berlangsung sekitar dua jam ini berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari para pemangku kepentingan yang terlibat. (ara)

BACA JUGA:   Imigrasi Batam Tunda Keberangkatan 1.258 WNI ke Luar Negeri, Diduga TKI Ilegal