SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Gaya Hidup Headline Nasional

Sate In Bur Dangung-Dangung Payakumbuh Diserbu Pemudik

Warung sate In Bur, Dangung-Dangung, Payakumbuh, Sumbar. Warung sate ini jadi salah satu tujuan pecinta kuliner di kota Payakumbuh.

AriraNews.com, PAYAKUMBUH – Selain terkenal dengan objek wisata alamnya, kota Payakumbuh, Sumatera Barat, juga terkenal dengan wisata kulinernya. Apalagi saat lebaran ini. Dipastikan tempat-tempat makan dibanjiri pengunjung terutama pemudik. Salah satunya sate  Dangung-Dangung.

Dangung-Dangung merupakan salah satu daerah di Payakumbuh. Berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat kota Payakumbuh. Yakni berada di Jalan Tan Malaka atau sebelah barat kota Payakumbuh. Daerah ini memang terkenal dengan satenya.

Sate In Bur, Payakumbuh.

Meski sate Dangung-Dangung mudah ditemukan di pusat kota atau di daerah Payakumbuh lainnya, AriraNews.com, mecoba datang langsung ke daerah Dangung-Dangung tersebut saat lebaran lalu. Sate In Bur menjadi pilihan di antara warung-warung sate yang ada di daerah tersebut. Pasalnya, warung sate ini sudah melegenda karena dikabarkan sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Sangat mudah mencari tempatnya. Berada persis di pinggir jalan raya depan pasar yang ada di daerah tersebut. Ada dua warung sate In Bur. Satu pusatnya dan satu lagi cabangnya. Jaraknya pun berdekat-dekatan. Dan kami mencoba di pusatnya.

HARRIS Hotel Batam Center Gelar Lomba Mewarnai Anak Berhadiah Uang Tunai dan Piala

Saat sampai, warung sate ramai pengunjung. Baik yang makan di tempat maupun yang memilih untuk dibungkus. Kepulan asap pembakaran sate dengan bau khas menyeruak dan membangkitkan selera.

Di warung sate ini ada tiga jenis sate yang tersedia; daging, lidah dan jantung. Nah, yang membuat beda makan sate di pusat sate ini adalah cara penyajiannya, langsung atau dihidangkan.

Cara langsung yakni sate dan ketupat langsung tercampur dalam satu piring. Jika dihidangkan sate dan ketupat terpisah. Puluhan tusuk sate disajikan dalam satu piring. Pengunjung tinggal makan seberapa mau. Setelah selesai makan baru dihitung berapa tusuk sate dan ketupat yang habis. Per tusuk sate Rp3 ribu dan ketupat dengan harga yang sama.

Rosna, salah seorang pengunjung yang ditemui di warung sate tersebut mengatakan sering mampir untuk makan sate In Bur. Menurut dia, rasa daging sate In Bur berbeda dari sate lainnya. Begitu juga dengan kuahnya yang kental dan pas dengan lidah.

“Dagingnya terasa lembut, kuahnya juga tak terlalu pedas jadi anak-anak juga suka. Potongan dagingnya juga besar, paslah dengan harganya,” kata Rosna sambil tersenyum.

Hal senada juga diutarakan Lina. Wanita berhijab ini mengatakan merantau di Batam, Kepri, dan pulang mudik. Dia mengungkapkan tinggal di pusat kota Payakumbuh dan sengaja datang ke warung sate In Bur.

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

“Kalo mudik pasti datang ke sini,” ungkapnya. Lina sepakat dengan Rosna, rasa daging sate dan kuahnya menjadi pembeda.

Salah seorang karyawannya mengatakan sepanjang lebaran dan bahkan jelang lebaran peningkatan pengunjung jauh meningkat dari hari-hari biasanya dan pengunjung didominasi oleh orang-orang yang pulang mudik lebaran.(emr)

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Li Claudia Turun Langsung ke Lapangan Sampai Malam, 29 Titik Banjir di Batam Telah Ditangani

02

Bawa Aspirasi Natuna ke Kemendagri, Mustamin Bakri Kawal Usulan Pemekaran Dua Kecamatan

03

Tiga Truk Sembako Tanpa Dokumen Karantina Digagalkan Masuk Natuna

04

HARRIS Hotel Batam Center Gelar Lomba Mewarnai Anak Berhadiah Uang Tunai dan Piala