SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Batam Headline

RDP Bersama DPRD Batam, Warga Kampung Tua Batubesar Minta Kejelasan Status

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto memimpin RDPU bersama warga Kampung Tua Batubesar, Nongsa.

AriraNews.com, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait polemik penetapan lokasi Kampung Tua Batubesar, Senin (27/3/2023).

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto serta beberapa anggota dewan dari Komisi I dan III bersama Ketua Tim Terpadu Penyelsaian Perkampungan Tua Drs. Yusfa Hendri, M.Si, perwakilan BP Batam, BPN, Dinas Pertanahan Kota Batam, Ketua RKWB Kota Batam, Perwakilan Warga Kampung Tua Batubesar dan PT Andalan Riau Perkasa.

Perwakilan Masyarakat Kampung Jabi, Ernawati, mengatakan, kehadiran mereka membawa empat tuntutan yang disampaikan kepada Ketua DPRD Batam, Nuryanto.

“Tuntutan kepada Pemerintah Kota Batam, BP Batam dan DPRD Kota Batam agar segera mengeluarkan seluruh PL-PL (penetapan lokasi) yang masuk di dalam Kampung Tua, sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI tentang Kampung Tua,” kata Ernawati.

Amsakar Khawatir Tingginya Perceraian ASN Pemko Batam, Minta Perkuat Pembinaan Keluarga

Suasana RDPU permasalahan Kampung Tua Batubesar di DPRD Batam.

Pihaknya juga menuntut, agar segera dilakukan pengukuran terhadap lahan Kampung Tua yang belum diukur dan segera menyerahkan sertifikatnya kepada masyarakat.

“Menuntut agar segera dikeluarkan payung hukum tentang Kampung Tua melalui Peraturan Daerah (perda) Kota Batam,” tegasnya.

Pihaknya juga mendesak Pemerintah, DPRD, BP Batam (seluruh pihak yang terkait) segera melakukan penandatanganan Dokumen Kampung Tua beserta luasannya yang sudah diplenokan dan diserahkan kepada masyarakat melalui RT/RW setempat.

Ernawati mengatakan, pihaknya telah memperjuangkan terkait legalitas kampung tua ini sejak 2004 silam.

Ia berharap, pemerintah segera menyelesaikan terkait legalitas kampung tua di daerahnya agar tak ada polemik ke depannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, mengatakan, terdapat enam titik kampung tua di daerah tersebut yang mendapat legalitas.

Amsakar Kumpulkan Pegawai Pemko dan BP Batam, Keluarkan Sejumlah Instruksi

“Kami meminta untuk cepat difasilitasi dengan tim penyelesaian kampung tua. Di mana mereka berharap ada kepastian titik kampung tua yang sudah diplenokan,” kata Nuryanto.

Menurutnya hal ini untuk memberikan kepastian bagi masyarakat yang tinggal di kampung tua maupun kepastian pihak ketiga yang mendapatkan PL di lokasi tersebut.

“Kalau ini tidak segera ditindak lanjuti, diberikan kepastian, tidak diukur, ditanda tangani, itu akhirnya penyelesaiannya menjadi nanggung. Takutnya ini seperti menunda masalah,” kata dia.

Ia menekankan untuk segera menyelesaikan titik-titik kampung tua secara umum, secara khusus yang ada di Batubesar.

“Langkahnya apa? Yang pertama, titiknya ditentukan, luasannya ditentukan dan segera diukur. Kemudian ada pun masalah, ada PL-PL pihak ketiga, itu segera dari pihak BP Batam untuk mengundang pihak-pihak ketiga untuk dicarikan solusi,” kata dia.

SelebRun Razer Patricia Siap Berlari di Batam 10K 2026, Pendaftaran Masih Dibuka

Ia berharap, jangan sampai ada pihak yang dirugikan dalam penyelesaian kampung tua agar tidak menjadi masalah baru.

“Kampung tua diselesaikan tanpa meninggalkan masalah baru, itu spiritnya. Dan kami berharap supaya menjadi konsen dari pihak Pemerintah Kota Batam dan pihak BP Batam dan tim yang sudah terbentuk,” tutupnya.(*/emr)

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Perwakilan Ombudsman Kepri Nilai Pelayanan Imigrasi Karimun

02

Hadapi Potensi Kebakaran, Lanud Raden Sadjad Uji Dua Kendaraan Pemadam dan Latih Personel

03

Ikhtiar Hadapi Musim Kemarau, Warga Jemaja Gelar Sholat Istisqa Memohon Turunnya Hujan

04

Amsakar Khawatir Tingginya Perceraian ASN Pemko Batam, Minta Perkuat Pembinaan Keluarga