SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Anambas Headline

Nelayan Anambas Kekurangan BBM, Amat Yani Minta Tanki Hibah DKP Difungsikan

Anggota DPRD Kabupaten Anambas, AMat Yani (dua dari kanan) saat bincang santai Teman Ngopi.

AriraNews.com, Batam – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Amat Yani, mendorong pemanfaatan tangki hibah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, di Tarempa, Anambas. Sementara untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, diminta agar kekurangannya ditutupi dengan non subsidi.

Permintaan itu disampaikan Amat Yani, Jumat (26/8/2022), saat bincang santai dengan Teman Ngopi, di Batam. Harapan itu disampaikan, setelah beberapa waktu lalu, nelayan Anambas kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Dimana, BBM subsidi dibutuhkan, karena nelayan di Anambas, merupakan nelayan tradisional.

“Kita harapkan ke depan, Pemerintah Pusat membantu Anambas untuk memenuhi kebutuhan BBM. Kalau tidak bisa semua dari subsidi, kita harapkan dari non subsidi,” ujar Yani.

Ditanya bantuan dari Pemkab Anambas untuk nelayan, disebut lebih pada alat tangkap, radar, radio komunikasi, mesin penggerak kapal, tali dan jangkar.

Peringatan Hari Pramuka ke-65, Jefridin Ajak Anggota Amalkan Nilai Tri Satya dan Dasa Darma

“Yang diharapkan dari Pemerintah Pusat, kuota BBM. Yang masuk BBM subsidi yang masuk, tapi terbatas,” jelasnya.

Dijelaskan, saat ini kebutuhan Anambas atas BBM subsidi, sekitar 700 sampai 800 kilo liter (KL) per bulan.

“Sementara saat ini, yang tersedia baru sekitar 540 Kl per bulan. Jadi dibutuh kuota tambahan untuk menutupi kekurangannya,” beber dia.

Diakui, karena di Anambas, semua nelayan tradisional, maka dibutuhkan BBM subsidi.

“Tapi untuk menutupi kekurangan, dibutuhkan subsidi,” ulangnya.

Menurut Yani, untuk menutupi kekurangan subsidi, mereka butuh investasi di bidang BBM non subsidi. Yani menyebut, saat ini ada tanki dari hibah DKP Kepri ke DKP Anambas, namun hingga saat ini belum difungsikan.

Kades Impol Bagikan BLT-DD untuk 16 KPM di Momen HUT ke-81 RI

“Kalau ada perusahaan daerah, bisa memasukkan ke tangki dengan kapasitas 80 ton,” ujarnya.

Pada beberapa minggu lalu, diakui jika pihaknya sudah menawarkan ke Pertamina, untuk mengelola tanki itu. Namun, saat ini dokumen aset yang diserahkan Pemprov Kepri itu, masih diteliti.

“Pertamina masih meneliti dokumen asetnya. Kalau jadi, Pertamina akan membantu mengelola tangki itu,” terang dia.

Kebutuhan untuk nelayan ini diakui penting, karena nelayan sumber penghasilan masyarakat. Sementara SPBU apung di Natuna, belum ada.

“Di sana tidak ada SPBU di atas laut. Di Anambas baru ada 3 SPBU dan semua di darat,” beber mantan Ketua DPRD Anambas ini.(*/ara)

Semangat Kemerdekaan, BPBD dan SAR Anambas Kibarkan Merah Putih di Tebing

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Kredit Tumbuh 13,58 Persen, Transaksi QRIS Melesat

02

BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Global

03

Catatkan Nilai Sempurna, BP Batam Raih Prestasi Tingkat Nasional dalam Pengelolaan JDIH 2026

04

Warga Kelarik Dapat Cek Jantung hingga Kandungan Gratis, Pemkab Natuna Hadirkan Dokter Spesialis