Headline

Jenderal Bintang Tiga Ini Pernah Jadi Penyelundup Senjata

Ariranews.com: Dalam masa perjuangan kemerdekaan apa pun dilakukan seorang pejuang. Meski sangat membahayakan nyawanya.

Seperti yang dilakukan oleh Letjen  TNI (Purn.) Rais Abin. Mungkin namanya tidak semahsyur nama-nama besar semisal Letjen TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo, Jenderal TNI (Purn.) Maraden Panggabean, atau Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto.

Dilansir VIVA Militer memantau sebuah video wawancara yang diunggah dalam akun Youtube pada Agustus 2005 silam, dengan mantan Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) itu, Rais mengisahkan bagaimana ia ikut berjuang dalam Revolusi Nasional Indonesia, periode 1945 hingga 1949.

Saat masih berpangkat Sersan Mayor (Serma), ternyata Rais pernah jadi seorang penyelundup senjata. Jangan salah sangka, pria kelahiran Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, tidak menyelundupkan senjata untuk keuntungan pribadi.

Kredit Tumbuh 13,58 Persen, Transaksi QRIS Melesat

Ya, Rais selama lebih dari dua tahun menjadi penyelundup senjata dari Singapura untuk memenuhi kebutuhan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang saat ini menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

“Saya gun runner (pembawa senjata) bukan gun slinger (penembak cepat). Gun slinger is a fighter (penembak cepat adalah seorang pejuang) kalau gun runner is a smuggler (pembawa senjata adalah seorang penyelundup), gun smuggler (penyelundup senjata),” ucap Rais.

Dijelaskan Rais, cara mendapatkan senjata dari pihak Inggris adalah dengan cara menyogok. Pasalnya, senjata-senjata yang didapatkan oleh Rais dijual oleh oknum anak buah tentara Inggris, yang berasal dari India dan China.

“Saya menyelundupkan senjata dari luar untuk kebutuhan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), waktu itu dari Singapura, dengan cara menyogok,” kata Rais melanjutkan.

“Yang memiliki persenjataan dan magasin senjata itu ada orang Inggris. Tapi yang melakukan (penjualan ilegal) adalah tenaga-tenaga bawahannya, India, China dan lain-lain,” ujarnya.

Selain menyogok, Rais dan rekan-rekannya juga membawa sejumlah produk bahan mentah dari Indonesia untuk dibarter dengan senjata dan peluru. Produk itu berupa karet dan kopra, yang dianggap bisa dijual kembali dengan harga tinggi. 

BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Global

Untuk bisa mendapatkan produk lokal, markas besar tentara di Sumatera memerintahkan kepada sejumlah perusahaan lokal untuk menyediakan barang-barang tersebut. Hal ini dilakukan agar TKR bisa menjadikannya sebagai alat barter dan mendapatkan senjata.

“Bayarnya barter. Jadi kita bayar dengan barter produk Indonesia, baik dari Riau atau Jambi pada waktu itu. Ada karet ada kopra. Markas besar tentara, panglima untuk Sumatera Tengah tahun 1946, untuk menyediakan stok produk yang kiranya berguna untuk dibarter dengan senjata,” ucap Rais lagi.

Selain ikut serta dalam Revolusi Nasional Indonesia, Rais juga pernah dipercaya sebagai Panglima United Nations Emergency Forces (UNEF) II untuk misi perdamaian di Mesir pada 1976 hingga 1979. Rais memimpin ribuan prajurit dari 13 negara dalam misi tersebut.(emr)

sumber: viva.co.id
foto: law justice

Peringatan Hari Pramuka ke-65, Jefridin Ajak Anggota Amalkan Nilai Tri Satya dan Dasa Darma
Redaksi

Recent Posts

94 Karhutla Terjadi di Natuna hingga Agustus, Bupati Soroti Kebiasaan Bakar Lahan

Natuna, Ariranews.com — Sebanyak 94 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat di Kabupaten Natuna,…

2 jam ago

Natuna Jadi Penerima Bantuan Hilirisasi Kelapa Terbesar di Kepri, Dapat 350 Hektare

Natuna, Ariranews.com — Kabupaten Natuna menjadi daerah dengan alokasi terbesar dalam program Hilirisasi Kelapa Dalam…

4 jam ago

Juara 1 Pria Merdeka Trail Run Jalur Ekstrim Panbil Nature Capai Garis Finish Hanya dengan Waktu 42 Menit!

AriraNews.com, Batam - Setelah sukses menggebrak Batam dengan event trail run pertama pada tahun 2024…

4 jam ago

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

AriraNews.com, Batam - Rally Wisata 2026 yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Agustus 2026, di…

17 jam ago

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

AriraNews.com, Batam - Peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pelayanan…

1 hari ago

Pemko Batam Galang Rp 2,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di…

2 hari ago