AriraNews.com, Batam – PT Pelayaran Nasional (Pelni) cabang Batam masih meminta alur di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar, tempat saat ini kapal Pelni bersandar diperdalam. Meski sudah memenuhi syarat, sebagai antisipasi ketika air laut surut dan bila terjadi pendangkalan kembali. Sehingga operasional kapal tidak terganggu ke depannya.
Sebagai diketahui Pelabuhan Bintang 99 sudah difungsikan sebagai pelabuhan sandar kapal Pelni sejak 8 Desember 2024. Saat ini kedalaman di pelabuhan rata-rata diangka 6 hingga 7 meter. Pihak Pelni meminta ditambah 1-2 meter lagi. Sehingga kapal bersandar tidak perlu menunggu pasang dan surut air laut.
“Supaya selalu masuk sesuai jadwal yang ada,” kata Kepala Cabang PT Pelni Batam Muhammad Iqbal, Rabu (11/12/2024).
“Ditambah sedikit lagi dan harus di Maintenance. Supaya tidak dangkal dalam waktu setahun atau 2 tahun lagi,” ujarnya.
Di tempat yang sama Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan menambah kedalaman alur itu mahal. Namun pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak Pelabuhan Bintang 99 agar terus dilakukan pemeliharaan.
“Dragging itu mahal sekali. Kalau airnya hanya surut setengah meter harusnya tak pengaruh. Intinya memang harus ditambah 1 sampai 2 meter,” kata Rudi.
Rudi juga memastikan sandarnya kapal Pelni harus sesuai dengan jadwal. Tidak berdasarkan pasang surutnya laut.
“Tak hanya alur saja yang didalami. Masih ada pelabuhannya juga. Atap pelabuhannya masih kecil, pendingin ruangan belum banyak sehingga panas. Maka saya minta KSOP surati kita (BP Batam) apa saja yang menjadi kekurangan,” katanya. (ara)




