Advertisement
Batam

Wisatawan Resah, Penjual Tisu Dinilai Terlalu Agresif di Kawasan Penuin Batam

Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengeluhkan maraknya pedagang tisu dan keripik di kawasan Penuin, Batam. Tak hanya menawarkan dagangan, sebagian pedagang disebut menggunakan cara agresif hingga menarik tangan wisatawan untuk membeli barang yang dijajakan.

AriraNews.com, BATAM – Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengeluhkan maraknya pedagang tisu dan keripik di kawasan Penuin, Batam. Tak hanya menawarkan dagangan, sebagian pedagang disebut menggunakan cara agresif hingga menarik tangan wisatawan untuk membeli barang yang dijajakan.

Keluhan tersebut salah satunya disampaikan wisatawan asal Singapura yang menginap di salah satu hotel di kawasan Penuin. Ia mengaku merasa terganggu dengan keberadaan pedagang yang terus mendatangi dan menawarkan dagangan kepada tamu hotel.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pedagang yang beraktivitas di sekitar hotel berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan, sejumlah pedagang terlihat menggendong anak saat menawarkan tisu maupun makanan ringan kepada wisatawan.

Hal itu dibenarkan salah seorang Marketing Communication Officer (Marcom) hotel yang enggan namanya disebut. Menurutnya, pihak hotel cukup sering menerima keluhan dari tamu terkait keberadaan pedagang yang berjualan di sekitar depan lobi hotel.

Hari Bakti ke-55 BP Batam, Teguhkan Komitmen Majukan Batam

“Mereka juga melapor kepada pihak hotel,” ujar sumber tersebut, mengutip keluhan yang disampaikan para tamu.

Mayoritas tamu hotel tersebut merupakan wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia. Aktivitas pedagang yang terus menawarkan dagangan dinilai membuat sebagian tamu merasa tidak nyaman, terutama ketika hendak keluar maupun masuk hotel.

“Biasanya sudah ramai duduk-duduk di depan hotel jam 12-an, saat tamu sedang check out. Kemudian sekitar jam 2 atau 3, saat tamu hendak check in. Pernah juga begitu tamu keluar dari bus atau mobil, mereka langsung mengejar tamu,” ungkapnya.

Tak hanya disampaikan secara langsung, kelurahan juga disampaikan tamu melalui Google Review, yang tentunya dapat merusak citra hotel.

“Kita sudah memberikan pelayanan terbaik bagi tamu, namun ada juga yang menulis di Google Review tentang suasana dekat hotel tentu ini juga dapat membuat nama kita kurang bagus,” ungkapnya.

Ia berharap aktivitas ini bisa diamankan oleh pemerintah atau pihak yang terkait. Sehingga para wisman yang berlibur ke Kota Batam bisa lebih nyaman. (emr)


Orange Sky Indonesia Resmi Ditunjuk Rexvin Group Kelola Resort Villa Modern Living di Pusat Kota

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Dari Perbatasan NKRI, Natuna Gaungkan Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati

02

Cegah Gangguan Saat Agenda Penting, PLN Natuna Perkuat Pemeliharaan Jaringan

03

Hadapi Musim Utara, PELNI Perkuat Layanan Logistik untuk Natuna

04

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Natuna Dorong Perpustakaan Desa Jadi Pusat Pengembangan SDM