AriraNews.com, BATAM – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Batam akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI pada 18–19 September 2026. Tak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan dan konsolidasi organisasi, MUSDA kali ini diarahkan menjadi ruang untuk merumuskan gagasan serta rekomendasi kebijakan bagi penguatan daya saing Batam.
Mengusung tema “Penguatan Peran KAHMI dalam Mendorong Daya Saing Batam sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi di Indonesia”, rangkaian Musda VI akan diawali Dialog Publik Nasional pada 18 September 2026.
Dialog yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB itu akan membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan regulasi, investasi, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Batam.
Panitia berencana menghadirkan Ketua Komisi II DPR RI, Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, serta tokoh ekonomi Batam, Dr. Suyono, sebagai narasumber pembanding dari Dewan Pakar KAHMI.
Ketua Organizing Committee (OC) Musda VI KAHMI Kota Batam, Muliadi, mengatakan forum tersebut sengaja dirancang agar KAHMI tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi turut memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan daerah.
“Musda VI KAHMI Kota Batam harus menjadi momentum konsolidasi sekaligus ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi masa depan Batam. Kita ingin KAHMI hadir tidak hanya dalam kapasitas organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Muliadi, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, Dialog Publik Nasional terbuka untuk umum dan ditargetkan melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, pemerintah, DPRD, LSM, kalangan swasta hingga pelaku usaha.
Peserta juga akan mendapatkan sertifikat elektronik yang diharapkan dapat dimanfaatkan, terutama oleh mahasiswa maupun aparatur sipil negara sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan dan pengembangan kapasitas.
Muliadi menegaskan, hasil dialog tidak berhenti pada forum diskusi. Panitia bersama KAHMI akan merumuskan sejumlah rekomendasi yang berkaitan dengan regulasi, investasi dan pelayanan publik.
“Kita ingin dialog ini menghasilkan output yang konkret, bukan sekadar diskusi. Karena itu, hasil dialog akan dirumuskan menjadi rekomendasi di bidang regulasi, investasi dan pelayanan publik, termasuk Policy Brief tentang Batam Investment and Public Service,” katanya.
Tiga Agenda Utama
Selain Musda dan Dialog Publik Nasional, rangkaian kegiatan KAHMI Batam juga akan diawali dengan kegiatan jalan sehat yang dikemas dalam KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) pada 13 September 2026 di kawasan SP Plaza, Sagulung.
Kegiatan tersebut akan melibatkan masyarakat, khususnya warga Batuaji dan Sagulung, serta mahasiswa dan berbagai elemen lainnya. Panitia juga menyiapkan pembagian doorprize dan santunan bagi anak yatim melalui kolaborasi dengan sejumlah lembaga.
Sementara itu, Musda VI akan dipusatkan di Hotel Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam pada 18–19 September 2026.
Musda menjadi forum penting bagi KAHMI Batam untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan lima tahun sebelumnya, menyusun program kerja lima tahun mendatang, sekaligus memilih ketua umum atau ketua presidium.
Dewan Pakar KAHMI Batam, Riama Manurung, mengatakan panitia telah menyiapkan mekanisme registrasi dan verifikasi peserta untuk memastikan Musda berjalan tertib dan demokratis.
Menurutnya, setiap alumni HMI yang ingin menjadi peserta Musda harus terlebih dahulu melakukan registrasi dan melalui proses verifikasi. Peserta yang telah dinyatakan sah baru memiliki hak untuk mengikuti proses pemilihan maupun pencalonan.
“Siapapun alumni HMI yang ingin ikut harus registrasi. Meskipun dia alumni, kalau tidak registrasi, kami tidak bisa memasukkannya sebagai peserta Musda,” ujar Riama.
Ia menjelaskan, tahapan Musda meliputi sosialisasi, pendaftaran peserta, verifikasi data, masa sanggah, hingga pendaftaran calon ketua. Khusus pendaftaran calon ketua umum atau ketua presidium dijadwalkan berlangsung pada 14–16 September 2026.
Riama menyebut seluruh alumni HMI yang memenuhi ketentuan memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri. Mengenai format kepemimpinan, apakah menggunakan model ketua umum atau presidium, keputusan akhirnya akan ditentukan melalui dinamika persidangan Musda.
Terkait kemungkinan Amsakar Achmad kembali memimpin KAHMI Batam, Riama mengatakan hal tersebut masih akan ditentukan dalam forum Musda.
“Beliau hari ini menyatakan siap untuk menjalankan kembali menjadi ketua umum. Tapi apakah jadi atau tidak, kita lihat di arena Musda,” katanya.
Ia berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat sinergi KAHMI dengan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.
“Kami berharap Batam tetap guyub. KAHMI dan HMI bisa mewarnai berbagai organisasi di Kota Batam serta ikut menjaga kondusivitas kota,” ujarnya.
Panitia Musda VI KAHMI Kota Batam diketuai Akhirma sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan Muliadi sebagai Ketua Organizing Committee (OC), berdasarkan Surat Keputusan MD KAHMI Kota Batam Nomor 4/SK/MD-KAHMI/VI/2026 tertanggal 18 Juni 2026.
Melalui Musda VI dan Dialog Publik Nasional tersebut, KAHMI Batam menargetkan lahirnya kepemimpinan yang visioner sekaligus rekomendasi kebijakan yang konstruktif untuk memperkuat regulasi, investasi dan pelayanan publik, sehingga Batam semakin kompetitif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional. (emr)




