Satnarkoba Polres Barelang Sita 2.672 Vape Mengandung Narkoba Senilai Rp 8 Miliar

Avatar photo
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama Satnarkoba merilis ungkap kasus vape mengandung Narkoba.

AriraNews.com, BATAM – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang mengungkap peredaran vape mengandung Narkoba. Sebanyak 2.672 unit vape berbagai merek berhasil diamankan dalam pengungkapan kasus selama libur panjang akhir Mei 2026.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menyebutkan, nilai ekonomi barang bukti yang disita mencapai lebih dari Rp8 miliar.

“Vape yang mengandung etomidate sebanyak 2.672 piece dengan berbagai macam merek. Nilai ekonomisnya mencapai sekitar Rp8,016 miliar,” ungkapnya, Selasa (2/6/2026).

Kasatresnarkoba Polresta Barelang Kompol Arsyad Riyandi mengatakan, kasus tersebut menjadi salah satu pengungkapan terbesar yang dilakukan jajarannya selama periode libur panjang Idul Adha.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Tangkap RS Pelaku Ujaran Kebencian di Batam, Terancam Tiga Tahun Penjara

Pihaknya dua perempuan berinisial HL (48) dan IKS (44) di kawasan Batam Kota. Keduanya diamankan saat diduga hendak mengedarkan barang yang baru masuk ke Batam dari luar daerah.

“Dari hasil penyelidikan intensif, kami berhasil mengamankan lebih dari 2.600 vape mengandung etomidate dengan berbagai varian dan merek,” kata Arsyad.

Selain vape etomidate, petugas juga menemukan narkotika jenis lain berupa ekstasi dengan berbagai merek dan warna. Barang bukti yang disita antara lain 104 butir ekstasi merek Heineken warna kuning, 105 butir ekstasi granat biru, 57 butir ekstasi Minion, serta 49 butir ekstasi merek Heineken warna merah muda. Selain itu juga ditemukan sejumlah sabu yang diduga digunakan oleh para tersangka.

BACA JUGA:  Ascott Regional Batam Gelar Pelatihan Digital dan Hospitality di Global Disability Awareness Day Bagi Penyandang Disabilitas

Menurut Arsyad, vape etomidate kini menjadi salah satu produk yang banyak diminati pengguna karena dianggap lebih praktis dibandingkan narkotika jenis lain.

“Hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan peminat etomidate cukup tinggi karena penggunaannya lebih mudah dan tidak memerlukan alat bantu tambahan,” ungkapnya.

Barang-barang tersebut dmasuk melalui jalur Malaysia dan Batam hanya menjadi salah satu pintu masuk sebelum didistribusikan ke daerah lain di Indonesia.

BACA JUGA:  Terima Kunjungan DPRD DKI, Li Claudia Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam dan Rencana Ubah Sampah Jadi Energi

Saat ini penyidik masih mendalami jaringan pemasok dan pihak yang diduga menjadi pengendali peredaran vape etomidate tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan lintas negara. (emr)