Inovasi RSBP Batam: Sulap Limbah Medis Jadi Paving Block

Avatar photo
Rumah Sakit BP Batam (RSBP) menghadirkan terobosan inovatif dalam pengelolaan limbah medis dengan mengusung pendekatan ramah lingkungan. Limbah yang sebelumnya berpotensi membahayakan kini diolah menjadi batako paving block.

AriraNews.com, Batam – Rumah Sakit BP Batam (RSBP) menghadirkan terobosan inovatif dalam pengelolaan limbah medis dengan mengusung pendekatan ramah lingkungan. Limbah yang sebelumnya berpotensi membahayakan kini diolah menjadi batako paving block yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lantai outdoor maupun halaman rumah.

Inovasi ini didukung oleh penggunaan alat canggih Sterilwave, sebuah sistem pengolahan limbah medis di tempat (on-site) yang mengombinasikan teknologi penghancuran (grinding) dan sterilisasi menggunakan gelombang mikro. Melalui proses tersebut, limbah medis diubah menjadi material padat yang aman dan layak guna kembali.

Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, FIHA, MARS, menjelaskan bahwa teknologi ini menjadi solusi efektif dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah medis sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kita juga punya alat Sterilwave, sampah medis keluar jadi batako,” ujarnya kepada awak media, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA:  Pemko Batam Gandeng Bank Sumut Perluas Program Pinjaman 0 Persen untuk UMKM

Ia mengungkapkan, kapasitas mesin Sterilwave mencapai 250 kilogram per hari. Sementara itu, produksi limbah medis di RSBP Batam saat ini berkisar 100 kilogram per hari, sehingga masih terdapat ruang kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah medis dari fasilitas kesehatan lain.

“Kami juga telah melakukan komunikasi dengan para stakeholder terkait proses perizinan, dan saat ini program ini sudah mulai dijalankan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Radisson Golf & Convention Center Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026

Melalui inovasi tersebut, RSBP Batam tidak hanya mampu menekan dampak negatif limbah medis terhadap lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari hasil pengolahan limbah yang sebelumnya tergolong berbahaya. (emr)