UMKM di Kepri Mulai Rasakan Dampak Program MBG

Avatar photo
Kepala BI Kepri, Rony Widijarto (tengah) didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi (batik hijau) dalam Bincang Bareng Media di Kantor BI Kepri di Batam, Jumat (15/8/2205) siang.

Ariranews.com, BATAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah, termasuk oleh Presiden Prabowo Subianto, diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan program MBG baru berjalan beberapa bulan sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi belum bisa diukur secara langsung. Namun, ia menilai adanya aktivitas produksi dalam program ini sudah memberi nilai tambah bagi perekonomian.

BACA JUGA:  Narkoba Vape Beredar Luas di Batam

“Dengan tambahan kegiatan yang melibatkan tenaga kerja untuk memproduksi, otomatis ada nilai tambah. Dari sisi UMKM juga terlihat ada kemajuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan program MBG jelas memberikan dampak positif terhadap peningkatan tenaga kerja dan perkembangan UMKM.

“UMKM naik kelas itu meningkat. Di Kepri ada Satgas Percepatan Koperasi Merah Putih yang melibatkan bupati, wali kota, serta UMKM untuk mendukung dapur MBG,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ekspor Batam Awal 2026 Terkoreksi, BP Batam Siapkan Respons Terarah

Ia menambahkan, terdapat delapan kriteria besar yang dibutuhkan dapur MBG, sehingga membuka peluang UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. “Misalnya HKTI bisa mengajukan produknya untuk dapur MBG,” tutur Riki. (ara)