Advertisement
Batam Ekonomi

Lewat Sterilisasi Produk dan Subsidi Nol Persen, Kepri Siapkan UMKM Go Global

Pembukaan Pekan Pengembangan Ekspor di Balairung Sari, BP Batam, Batamcenter, Kamis (14/8/2025) pagi, yang dibuka Menteri Perdagangan, Budi Santoso (tiga dari kiri). Turut mendampingi Mendag, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, dan Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Ariranews.com, Batam – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekspor sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Ansar Ahmad dalam pembukaan Pekan Pengembangan Ekspor di Balairung Sari, BP Batam, Batamcenter, Kamis (14/8/2025) pagi, yang dibuka Menteri Perdagangan, Budi Santoso.

“Kita sedang melakukan transformasi ekonomi. Kepri satu tahun yang lalu menyelesaikan roadmap transformasi ekonomi nasional. Baru dua provinsi yang menyelesaikan ini, Bali dan kepri,” kata Ansar.

Ansar Ahmad dalam pembukaan Pekan Pengembangan Ekspor di Balairung Sari, BP Batam, Batamcenter, Kamis (14/8/2025) pagi.

Gubernur Ansar menyoroti posisi strategis Kepri sebagai salah satu dari 10 titik simpul (hub point) perdagangan dunia. Selat Malaka yang membentang di wilayah ini dilalui lebih dari 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer setiap tahunnya. “Kita harus memanfaatkan posisi strategis ini seoptimal mungkin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Jalan Cikitsu-SMU 3 Batam Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Ansar menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri terus menunjukkan tren positif. Setelah sempat terkontraksi hingga -3,38 persen saat pandemi COVID-19, ekonomi Kepri bangkit dan tumbuh sebesar 7,14 persen pada Triwulan II tahun 2025. Capaian ini menempatkan Kepri di peringkat ketiga dari 38 provinsi di Indonesia, sekaligus tertinggi di wilayah Sumatra.

Dari sisi investasi, Kepri juga mencatatkan kinerja gemilang. Target investasi pemerintah pusat tahun 2024 sebesar Rp35 triliun berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai Rp47 triliun atau 137 persen. Hingga Triwulan II tahun 2025, realisasi investasi hampir mencapai Rp30 triliun, didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA).

Kinerja ekspor pun menunjukkan hasil positif. Nilai ekspor Kepri hingga Triwulan II 2025 tercatat sebesar 12 juta dolar AS.

“Batam akan terus kita dorong sebagai lokomotif investasi dan ekspor di Kepri. Namun, enam kabupaten/kota lainnya juga akan terus kita kembangkan, termasuk Bintan dan Karimun sebagai penopang,” jelas Ansar.

Dorong UMKM Naik Kelas

Dalam mendukung pengembangan UMKM, Pemerintah Provinsi Kepri telah menggulirkan berbagai program strategis, termasuk kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, Dekranasda, dan Bank Indonesia untuk menembus pasar ekspor. Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) juga diarahkan menjadi hub ekspor produk UMKM.

Aston Inn Gideon Batam Bawa Cita Rasa Bali Lewat Megibung, Makan Sekeluarga Cuma Rp 388 Ribu

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kepri telah menyediakan fasilitas alat sterilisasi yang dimanfaatkan oleh pelaku UMKM agar produk mereka memenuhi standar ekspor. Saat ini, lima produk telah mengantongi izin edar dari BPOM setelah melalui proses sterilisasi dan jumlah tersebut terus ditingkatkan.

Program subsidi bunga nol persen juga telah disalurkan untuk memperkuat daya saing UMKM. Hingga kini, tercatat Rp36,1 miliar telah disalurkan kepada 1.565 pelaku UMKM, dengan plafon pinjaman maksimal Rp40 juta per usaha.

Ansar menekankan bahwa untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Kepri, dibutuhkan dukungan dan perhatian berkelanjutan dari pemerintah pusat. “Sesuai arahan Presiden, kita akan kembangkan potensi yang ada semaksimal mungkin, namun tetap membutuhkan bimbingan dan kerja sama dari pusat,” ucapnya.

Di akhir penyampaiannya, Ansar menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Perdagangan dan seluruh mitra strategis. “Melalui kerja sama antara pusat dan daerah serta antardaerah, kita bisa saling mengisi dan memperkuat produk kita dari waktu ke waktu,” pungkasnya. (ara)

Di Tengah Kawasan Shipyard Dapur 12, Jalur Pipa Gas Batam-Singapura Dalam Pengawasan Ketat

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

TNI AU dan Warga Tanam Kemiri di Natuna, Dorong Penghijauan hingga Manfaat Ekonomi

02

Jalan Cikitsu-SMU 3 Batam Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif

03

Aston Inn Gideon Batam Bawa Cita Rasa Bali Lewat Megibung, Makan Sekeluarga Cuma Rp 388 Ribu

04

Ascott dan Paradise Indonesia Perkuat Kemitraan Lewat Perjanjian 30 Tahun