Natuna  

Tari Tupeng Bangkit, Camat Pulau Tiga Barat Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Camat, Kecamatan Pulau Tiga Barat dan foto penggelaran tari Tupeng (Tari Topeng)

AriraNews.com, Pulau Tiga, Natuna — Malam di Pulau Tiga Barat berubah menjadi panggung perayaan warisan budaya. Untuk pertama kalinya, kecamatan ini dipercaya menjadi tuan rumah Kenduri Budaya Pulau Tiga yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV. Berbagai kesenian tradisional seperti Tari Tupeng, Lang-Lang Buana, Mendu, hingga Zapin Tali ikon budaya masyarakat Pulau Tiga tampil memukau, ditambah dentuman ritmis Lesung Alu yang menghidupkan suasana pembukaan tadi malam.

Ratusan warga memadati lapangan bola kaki untuk menyaksikan langsung rangkaian pertunjukan yang memukau. Junaidi Camat Pulau Tiga Barat mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat.

BACA JUGA:  Uji Repeater di Gunung Ranai, SAR Natuna Perkuat Sistem Komunikasi Operasi

“Masyarakat sangat antusias. Selain bisa menyaksikan Tari Tupeng yang sudah lama tidak ditampilkan, mereka juga bisa menikmati Zapin Tali yang menjadi kebudayaan khas Pulau Tiga, serta permainan Lesung Alu yang masih lestari hingga kini,” ujarnya, Kamis (14/8/2025), melalui sambungan telepon.

Tahun ini, Tari Tupeng yang sempat berada di ambang kepunahan berhasil dihidupkan kembali oleh BPK Wilayah IV. Menurut Junaidi Camat Pulau Tiga Barat, kebangkitan tarian ini memiliki makna penting, khususnya untuk pewarisan budaya kepada generasi muda.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Natuna Ikuti Retreat Nasional di Akmil Magelang

“Membangkitkan semangat generasi muda itu penting, karena merekalah penerus bangsa. Sudah saatnya kita menjaga dan melestarikan budaya agar tidak tergerus zaman. Di Natuna banyak nilai-nilai budaya yang harus kita rawat,” katanya.

Meski belum sepenuhnya memahami makna filosofis Tari Tupeng, ia mengaku terkesan dengan pesan yang terkandung di dalamnya.

“Walaupun secara keseluruhan saya tidak memahami maknanya, Tari Tupeng mampu memberi kesan yang mendalam. Ini harus kita edukasikan ke generasi muda, bukan hanya sekadar penampilan di atas panggung, tapi juga makna yang tersirat,” tambahnya.

Junaidi juga mengatakan, pihak kecamatan, telah mengambil berbagai langkah untuk mendukung pelestarian budaya. Salah satunya adalah mendorong desa mengusulkan program kebudayaan dalam RAPBDes, serta rutin menggelar pagelaran seni setiap tahun.

BACA JUGA:  Kolaborasi Lintas Instansi, Aksi Bersih Pantai Sisi Serasan Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI

“BPK Wilayah IV sudah menghidupkan kembali Tari Tupeng, dan kami berharap koordinasi lintas sektor diperkuat agar kegiatan budaya ke depan lebih sukses,” ucapnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat agar menjaga warisan budaya tidak hanya dalam bentuk acara seremonial.

“Pemerintah harus hadir mengedukasi masyarakat agar kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya. (dod)