Program MBG di Batam Sudah Jangkau 40 Ribu Siswa

Avatar photo
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto.

AriraNews.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, tercatat sudah 40 ribu siswa yang sudah menerima manfaat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menjelaskan saat ini ada delapan dapur MBG yang aktif beroperasi di delapan kecamatan di Kota Batam. Jumlah sekolah yang dilayani sebanyak 72 sekolah dengan total siswa penerima manfaat mencapai 40 ribu orang. Jumlah ini terdiri dari 38.200 siswa dari sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan, serta 2.800 siswa dari madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

BACA JUGA:   Mispersepsi Pemungutan Pajak Restoran oleh Wajib Pajak Restoran

“Program MBG tidak hanya menyasar sekolah negeri atau swasta di bawah Disdik, tapi juga menjangkau madrasah di bawah Kemenag. Ini bagian dari komitmen kita memastikan semua anak sekolah mendapatkan akses gizi yang layak,” ujar Tri.

Program ini ditargetkan menjangkau 57 ribu siswa di seluruh Kota Batam. Dengan capaian 40 ribu siswa saat ini, artinya hampir 70 persen target sudah terealisasi.


BACA JUGA:   Kelola Venisian Mall, PKP dan PSM Bekerja Sama dengan Savills Konsultan Ritel Asal Inggris

Tak hanya untuk pelajar, masing-masing dapur MBG juga diwajibkan melayani kelompok rentan lainnya seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui kerja sama dengan posyandu-posyandu setempat.

Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk lintas instansi di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Dinas Pendidikan bertanggung jawab atas koordinasi sekolah, sedangkan Dinas Kesehatan menangani kelompok balita dan ibu hamil. Selain itu, ada juga dukungan dari BPOM Kepri, TNI, Polri,  hingga Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengelola operasional dapur melalui struktur SPPG (Sentra Penyedia Pangan Gizi).

BACA JUGA:   Cegah Korupsi, APIP Harus Profesional

Setiap SPPG dikelola oleh tiga tim utama: kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan. Penunjukan dan manajemen tim ini sepenuhnya berada di bawah wewenang BGN.

“Kami memastikan seluruh sekolah yang jadi sasaran program mendapatkan pelayanan dengan baik. Fungsi kami adalah mengoordinasikan, sedangkan pengelolaan teknis dapur dilakukan oleh tim BGN dan SPPG,” kata Tri.(ara)