Orang Tua Harus Ingat Ini! dr. Ruwinah Sebut Main Gadget Berlebihan Dapat Picu Autisme

Avatar photo
Clinical Director Penawar Special Learning Centre (PSLC), dr. Ruwinah Abdul Karim.

AriraNews.com, BATAM – Bermain gadget atau handphone yang berlebihan pada anak dapat mengakibatkan Autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD), gangguan perkembangan saraf yang kompleks yang memengaruhi cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi dan berperilaku.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Clinical Director Penawar Special Learning Centre (PSLC), dr. Ruwinah Abdul Karim saat berada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam kegiatan Batam Autism Conference 2025 (BAC2025) di Hotel Harmoni One, Minggu (29/6/2025).

“Pengaruh gadget pada anak sangat kuat menyebabkan autism,” ujar dr. Ruwinah didampingi oleh Marketing Manager Hospital Penawar Johor, Haslinda Abdul Rahman.

Ia menuturkan di Malaysia sudah memiliki aturan, dalam satu hari anak tak diperbolehkan bermain gadget melebihi 30 menit. Dan penggunaan gadget tidak diperbolehkan untuk anak berusia 4 tahun.

BACA JUGA:  Hari Kartini di Batam, Li Claudia Ajak Perempuan Percaya Diri dan Tangguh

“Anak usia di bawah 4 tahun sangat aktif dan masih sangat mudah menangkap. Seharusnya kita bisa memberikan masukan yang bermanfaat. Kenapa anak tak bisa ngomong sampai sekarang, karena mereka asyik bermain gadget,” ujarnya.

Selain itu, di gadget memiliki lighting atau cahaya yang berbahaya yang diserap oleh mata anak. Dapat menyerap ke otak sehingga dapat membunuh sel-sel dalam otak.

“Walaupun orang tua pada awalnya beranggapan kalau kasi hp ke anak, anak bisa ngomomg, bisa mengenal huruf dan bisa berhitung. Tetapi sebenarnya anak autis sangat cenderung menghapal tetapi tidak memahami. Jadi mengajarkan komunikasi bisa gadget tetapi jangan lama dan harus dipantau,” katanya.

BACA JUGA:  Pengesahan Ranperda LAM Batam Tunggu Fasilitasi Gubernur Kepri

Faktor lingkungan selain gadget, adalah pemberian makanan yang tidak sehat. Makanan yang banyak mengandung zat-zat kimia seperti vetsin, pewarna,
perasa, pengawet dan esens dapat menjadi racun bagi otak.

Kemudian lingkungan yang semakin kotor, seperti misalnya laut menjadi buangan limbah mengandung merkuri yang akhirnya mencemari ikan yang bisa jadi akan menjadi makanan anak-anak.

“Jadi anak kecil udah diberikan kimia yang sebenarnya racun otak. Merkuri adalah racun otak nomer satu di dunia. dunia ini makin kotor juga,” katanya.

Selain itu, autisme juga bisa disebabkan dari faktor keturunan atau genetik. Ia mencatat, bahwa hanya anak-anak yang memang telah memiliki kelemahan genetik yang dapat terpicu autisme lebih cepat. Oleh karena itu penting bagi para orang tua untuk teredukasi dan peka apabila sang anak menunjukkan gejala-gejala autisme.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Batam Hadiri Peresmian Kantor Zona Bakamla Barat, Tekankan Peran Strategis Bakamla

Pada bayi, biasanya ditunjukkan lewat tidak adanya tatap mata. Di usia dua bulan bayi sudah mulai mampu menatap mata ibunya dan tersenyum, sementara pada bayi dengan autisme justru matanya tidak fokus.

Lalu tidak merespons apabila diajak bergurau dan mengobrol, ekspresi wajah kurang hidup. Jika sudah besar, umumnya akan menjadi hiperaktif, susah diajak mengobrol dan cenderung menentang. (ara)