AriraNews.com, BATAM – Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin menyoroti Kota Batam yang masih kekurangan 700 tenaga pendidik untuk tingkat SD dan SMP. Menurutnya hal ini sebagai krisis layanan dasar yang perlu intervensi pemerintah pusat.
Ia menyebut bukan hanya guru, tetapi juga tenaga medis masih kurang di sejumlah wilayah. Terutama di wilayah hinterland Batam.
“Sebenarnya kekurangan itu ada guru dan tenaga medis. Namun ada pembatasan dalam perekrutannya,” kata Kamal, Selasa (6/5/2025).
Pihaknya akan mengajukan permohonan melalui Mendagri agar ada kebijakan penambahan kuota. Karena pelaksanaan layanan pendidikan dan kesehatan itu sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah hinterland
DPRD Kota Batam, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad untuk mengajukan penambahan kuota pengangkatan guru sebagai kebutuhan mendesak. Selain itu, dia juga menyoroti beban kerja guru yang dinilai sudah melampaui batas ideal.
“Strategi optimalisasi jumlah rombel itu adalah solusi pertama. Tapi informasi yang kami dapat, kasihan juga guru-guru sampai ada yang tiga shift mengajarnya. Jadi, kan, kasihan mereka. Takutnya tidak efektif mengajar,” kata Kamal.
Dari informasi yang ia dapat, ada salah satu SMP di Batam yang terpaksa menjalankan tiga shift karena kelebihan jumlah murid.
“Kalau tiga shift kayaknya sudah enggak normal, lah. Harusnya maksimal itu dua shift saja,” ujarnya.
Ia menambahkan persoalan tiga shift ini disebabkan oleh dua hal utama, kurangnya Ruang Kelas Baru (RKB) dan minimnya jumlah guru.
Ia berharap Pemko Batam dan pemerintah pusat segera memberikan solusi konkret agar kualitas pendidikan tetap terjaga di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. (ara)








