AriraNews.com, Natuna – Harapan keluarga akhirnya terjawab setelah empat hari pencarian intensif dilakukan oleh Tim SAR gabungan bersama unsur nelayan Natuna-Anambas. Dua orang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berlayar di Perairan Natuna menuju Kepulauan Anambas berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Kedua korban, Asrikandi (24) dan Handeri (23), warga Desa Munjan, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, awalnya berangkat dari Pulau Selaut menuju Pulau Nyamuk tanpa muatan pada Sabtu lalu. Namun, setelah menempuh sekitar 40 mil laut, kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin.

Situasi semakin genting karena mereka tidak membawa alat komunikasi seperti radio atau HP satelit, sehingga tidak dapat mengirimkan sinyal darurat.
Penemuan dramatis terjadi pada Rabu pagi, 16 April 2025, oleh nelayan yang tergabung dalam tim pencarian. Mereka menemukan kapal korban di sekitar koordinat 3° 29′ 00″ N, 107° 24′ 00″ E, sekitar 72 mil laut ke arah timur dari Pos SAR Anambas.
“Alhamdulillah, kedua nelayan ditemukan dalam keadaan selamat dan sudah tiba kembali di Desa Munjan sekitar pukul 09.00 pagi,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, melalui Kasubsie Siaga dan Operasi.
Sebelumnya, operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan unsur TNI-Polri Kabupaten Anambas, Pos SAR Anambas, BPBD, HNSI Anambas, serta bantuan informasi dari SROP Tarempa kepada kapal-kapal yang melintas.
Abdul Rahman juga menegaskan pentingnya keselamatan pelayaran, termasuk membawa alat komunikasi dan pelaporan aktivitas pelayaran kepada perangkat desa setempat.
“Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di laut adalah hal yang utama. Kami mengimbau nelayan untuk selalu membawa alat komunikasi, pelampung, serta memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berangkat,” tambahnya.
Apresiasi pun diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para nelayan yang menunjukkan solidaritas luar biasa dalam pencarian ini. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi antarlembaga dapat menyelamatkan nyawa. (dod)








