Dana Program Makan Bergizi Gratis di Batam dari Anggaran Belanja Tak Terduga, Mencapai Rp 70 Miliar

Avatar photo
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di Batam, Senin (13/1/2025) siang.

AriraNews.com, Batam – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menggunakan anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas. Melainkan berasal dari Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Pemko Batam sebagai dana pendamping.

“Program ini sementara dialokasikan di BTT Pemko Batam sebagai dana pendamping. Termasuk menyediakan dapur milik pemerintah daerah itu nanti juga kalau memang dibangun oleh Pemko Batam dananya sudah ada dari situ yang dipakai,” kata Kepala Disdik Batam Tri Wahyu Rubianto, Rabu (12/2/2025).

BACA JUGA:  PERDESTI Kepri Gelar Simposium Estetika Medis di Batam, Dorong Inovasi Berkelanjutan

Anggaran BTT Pemko Batam yang dialokasikan untuk MBG sekitar Rp 68 miliar hingga Rp 70 miliar. Pihaknya kata Tri Wahyu, terus berupaya melakukan koordinasi untuk meningkatkan penyaluran MBG di sekolah-sekolah lainnya, mengingat saat ini pendistribusian makan bergizi baru menjangkau empat sekolah.

Sementara itu, untuk meningkatkan pendistribusian MBG ke sekolah lainnya, Disdik Batam menyarakan agar dapat melibatkan UMKM sebagai mitra penyedia makanan di program itu.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Kurban Sapi Limousin 1 Ton di Batam

Hal itu mengingat pada September 2025 ditargetkan cakupan menerima manfaat MBG sekitar 82 juta siswa di seluruh Indonesia.

“Jadi mitra tadi sebagai salah satu upaya dilakukan dan kami hanya menunggu dari BGN dan SPPG seperti apa melakukan asesmen sehingga mitra ini banyak dan tumbuh dan banyak sekolah yang terlayani manfaat ini,” ujanya.

BACA JUGA:  BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum

Wahyu mengatakan kondisi pelaksanaan MBG saat ini hanya difasilitasi oleh satu dapur umum.

“Dan sudah melayani 3.294 siswa dari maksimal 3.500 porsi makan yang diproduksi. Kalau ditambahkan dengan sekolah lain itu akan melampaui (kapasitas), otomatis tidak bisa dan harus ditambahkan dapur umum lagi,” ujar dia.

Tri mengatakan pada tahun ini ditargetkan penyediaan 20 dapur umum untuk melayani sebanyak 57.690 siswa penerima MBG. (ara)