AriraNews.com, Natuna – Dalam upaya memerangi stunting, Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat strategi pencegahan melalui pendekatan holistik.
Pemkab Natuna, melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Koordinasi dan Pengelola Data Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting, yang dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Basri. Acara ini berlangsung di Gajah Mina Ballroom, Jelita Sejuba Resort, Selasa (29/10/2024), dan diikuti oleh 48 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Natuna.
Pelatihan ini direncanakan berlangsung hingga 31 Oktober 2024, dengan fokus pada peningkatan kompetensi Tim Monev dalam pengelolaan data stunting.
Dalam sambutannya, Basri menyampaikan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh karena menyangkut banyak aspek kehidupan masyarakat.
“Stunting adalah isu yang luar biasa dan sangat aktual. Ini memerlukan penanganan secara holistik karena rantai penanganannya panjang,” ujar Basri.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tim penanganan hingga OPD terkait, untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya stunting, sehingga pencegahan dapat lebih efektif dan berkesinambungan.
Selain meningkatkan kapasitas teknis dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data stunting, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor demi memastikan pencapaian target pencegahan yang dilaporkan melalui situs bangda Kementerian Dalam Negeri.
Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas data dan mendukung efektivitas program-program penanganan stunting di Kabupaten Natuna. (dod)








