Khofifah Lantik Pengurus IKA Unair Kepri, Dendi Gustinandar Jabat Ketua

Avatar photo
Pengurus Wilayah IKA Unair Kepulauan Riau (Kepri).

AriraNews.com, Batam – Ketua Umum PP Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) Khofifah Indar Parawansa resmi melantik, Pengurus Wilayah IKA Unair Kepulauan Riau (Kepri) di Balairung Sari BP Batam, pada Kamis (16/5/2024) malam.

Ketua PW IKA Unair Kepri dijabat Dendi Gustinandar. Selain itu ada sejumlah nama alumni Unair yang masuk dalam kepengurusan, di antaranya Yusfa Hendri, Gustian Riau, Buralimar, Febrialin, dan Harlas Buana.

Dalam arahannya, Khofifah meminta agar jajaran pengurus yang telah dilantik untuk berkontribusi aktif kepada almamater dan negara, terkhusus daerah wilayah kepengurusan.

Khofifah juga menyampaikan tiga poin penting untuk mencapai Indonesia Emas 2045 yang bisa dilakukan dengan kolaborasi. Poin pertama adalah politik gagasan. Menurutnya, politik gagasan penting untuk menggambarkan sekaligus mempercepat visi dan tujuan jangka panjang bernegara.

Ketua Umum PP Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) Khofifah Indar Parawansa resmi melantik, Pengurus Wilayah IKA Unair Kepulauan Riau (Kepri) di Balairung Sari BP Batam, pada Kamis (16/5/2024) malam.

“Ketika banyak orang saat ini sibuk mencari tahu siapa yang nanti mengomandani bidang apa, Rektor Unair Prof M Nasih dua hari yang lalu justru memaparkan gagasan brilliannya mendorong percepatan Indonesia Maju 2034,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Gagasan tersebut dipaparkan Rektor Unair di Jakarta, di antaranya mendorong Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi di angka 9 persen di tahun 2034. Kemudian menurunkan kemiskinan menjadi dua persen, dan mendorong pendapatan perkapita masyarakat menjadi USD 13 ribu ketika saat ini masih hampir USD 5 ribu.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Musnahkan 1.931 Vape Mengandung Narkoba

“Bagaimana kita IKA Unair bisa menjadi pendorong terwujudnya hal tersebut. Kalau Batam sekarang pertumbuhan ekonominya sudah 7 persen, saya rasa mencapai 9 persen itu tinggal sedikit lagi,” ujar Khofifah.

Gagasan itu akan dibedah lagi di lima kota besar di Indonesia dan akan dijahit di kota Surabaya. Sehingga harapannya gagasan ini tidak hanya ide saja melainkan bisa diwujudkan sebagai lompatan mencapai kemajuan Indonesia di tahun 2034 atau 11 tahun lebih cepat dari target Indonesia Emas 2045.

Berikutnya, Khofifah juga meminta IKA Unair Kepri untuk mendorong inovasi dan menggagas program strategis untuk peningkatan kualitas SDM Provinsi Kepri.

Pasalnya, berdasarkan Global Competitiveness Index, Malaysia ada di rinking 27 dan Singapura ada di rangking 4. Sedangkan Indonesia ada di ringking 34.

Pun begitu dengan Global Innovation Index, saat ini Indonesia ada di rangking 61, sedangkan Malaysia ada di nomor 34 dan Singapore rangking 5 dari 132 negara di dunia.

Sedangkan berdasarkan Global Talent Competitiveness Index yang dirilis INSEAD, Indonesia saat ini ada di urutan ke 80. Sedangkan Singapura menduduki urutan kedua dan Malaysia di urutan ke 42.

BACA JUGA:  Narkoba Vape Beredar Luas di Batam

“Kepri ini kan sangat dekat dengan Singapura maupun Malaysia. Agaknya PW IKA Unair Kepri bisa menginisiasi membangun internship atau shortcourse di dua negara tersebut demi mendorong daya saing kita. Karena pengembangan daya saing, inovasi, dan kapasitas merupakan keniscayaan yang harus kita hadapi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PW IKA Unair, Dendi Gustinandar menyampaikan bahwa pembangunan Kota Batam tak lepas dari tangan para alumni yang berkiprah di Batam.

Dendi menyebut di antaranya, Prof Dr Chablullah Wibisono, Anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Wan Darussalam dan alumni yang berkarir dan menjadi pemangku kepentingan lain yang sudah malang melintang merencanakan dan ikut andil dalam pembangunan di Kota Batam sejak lama.

“Kami sampaikan, banyak jejak Unair di Batam walau jarang kedengaran tapi jejaknya lumayan untuk Batam,” kata Dendi.

Anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Wan Darussalam mewakili Kepala BP Batam menyampaikan selamat atas dilantiknya Pengurus Wilayah IKA Unair.

Wan Darussalam yang juga merupakan alumni Unair menegaskan kembali jejak Unair dalam pembangunan Batam cukup banyak. Bahkan Unair ungkap Wan Darussalam menjadi universitas pertama yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam dalam pengembangan sumber daya manusia. Itu berlangsung tahun 2.000 lalu.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Kurban Sapi Limousin 1 Ton di Batam

“Saat itu saya masih di Pemko Batam. Saat itu ada beberapa poin kerja sama pengembangan SDM yang kita buat dengan Unair. Pertama Unair harus membuka kampus di Batam dan kita buat di Batamindo. Kedua dosen yang mengajar harus S3, kita tak mau S2. Dan dosen yang mengajar kompetensinya harus sesuai dengan bidangnya. Hasilnya, seluruh alumninya menempati posisi dan pengambil kebijakan baik di pemerintah daerah maupun provinsi,” ungkap Wan Darussalam.

Dalam momen pengukuhan itu juga turut hadir, Civitas Akademika Unair, Ikatan Almuni UI, UNDIP, IPB, ITB, ITS, dan perguruan tinggi lainnya. Kemudian asosiasi kemaritiman, MUI, ICMI, Apindo dan para pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu juga dihadiri oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Andi berserta jajaran kepengurusan. Andi menyampaikan, bahwa PWI siap bersinergi untuk mendukung program IKA Unair Kepri.

“Kami mengucapkan selamat atas pelantikan sahabat kami, Dendi Gustinandar sebagai Ketua IKA Unair Kepri. Kita juga di PWI siap bersinergi dan mendukung program-program IKA Unair Kepri ke depan,” ujar Andi.(avi)