Lempar Mik dan Naik ke Meja, Iskandar Yakub Sesalkan Sikap Buya Safari Ramadhan

Avatar photo
Anggota DPRD Batam, Buya Safari Ramadhan emosi dan naik ke atas meja. Ketua Komisi I, Lik Khai mencoba menenangkannya.

AriraNews.com, Batam – Anggota Komisi I DPRD Batam, Safari Ramadhan ngamuk saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Jumat (2/9/2022) siang. Ketua DPC PAN Kota Batam tersebut, sampai melemparkan mikrofon dan naik ke atas meja. Beruntung mik tak melayang sampai jauh karena tertahan kabel.

Anggota DPRD Batam yang lebih dikenal dengan panggilan Buya itu emosi usai mendengarkan penjelasan dari Lurah Tanjungriau, Afrizon Djohar. Menurut Buya, seorang lurah seharusnya bisa menyelesaikan permasalahan warganya dengan cepat, agar tak terjadi konflik di tengah-tengah masyarakat. Seperti masalah pemilihan RW 14 Perumahan Galaxy Park, Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kota Batam, yang menjadi bahasan di RDP.

BACA JUGA:  Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam, Li Claudia: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan

Buya yang naik ke atas meja dan menunjuk-nunjuk ke arah Lurah Tanjungriau yang berada di sisi berlawanan coba ditenangkan oleh
Ketua Komisi I, Lik Khai yang memimpin jalannya RDP tersebut.

Rekaman video Buya yang ngamuk di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Batam tersebut kemudian beredar luar di media sosial. Ada yang mengutuk dan ada juga yang membela.

BACA JUGA:  Volume Peti Kemas Direct Call di TPK Batu Ampar Tembus 58 Ribu TEUs, Batam Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional

Tokoh Minang, Iskandar Yakub yang dimintai tanggapannya terkait kejadian tersebut sangat menyayangkan kejadian tersebut. Dia mengaku kaget melihat Safari Ramadhan lepas kontrol dan bertindak di luar kendali. Tapi kata Iskandar Yakub, emosinya Safari Ramadhan, pasti ada sebabnya.

“Kita sangat sayangkan. Tapi dari awal bukan dia saja. Sebelumnya Utusan Sarumaha sudah marah-marah, Lik Khai yang memimpin RDP juga marah-marah, dan mungkin Safari tidak tahan lagi dengan yang disampaikan (lurah),” kata Iskandar Yakub yang dikonfirmasi, Sabtu (3/9/2022) siang.

BACA JUGA:  Batam Pertahankan Opini WTP ke-14 Berturut-turut dari BPK, Li Claudia: Bukti Komitmen Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

Namun, sebagai tokoh masyarakat dia sangat menyayangkan kejadian ini merambat ke hal lain. Apalagi ada yang membawa nama-nama suku. Menurutnya sangat berbahaya.

“Yang lain jangan memanas-manasin. Saya lihat di media sosial ada yang nyebut-nyebut suku, tak bagus menurut saya. Kalau orangnya salah ya orangnya, jangan bawa kemana-mana,” ungkapnya.
Dia pun berharap pihak-pihak di luar dapat menahan diri.(ara)