AriraNews.com, BATAM – Aksi perampokan nasabah Bank Riau-Kepri cabang Seipanas, Batam, Kepri, terjadi, Senin (4/4/2022) siang. Namun, usaha pelaku gagal. Korban melakukan perlawanan, meski alami luka serius di bagian wajah, akibat sabetan senjata tajam.
Jasman Piliang, salah seorang korban menceritakan, siang itu dia dan temannya yang merupakan Ketua RW di Bengkong Sadai, Bengkong, Batam, baru saja mengambil uang sebesar Rp177 juta di Bank Riau-Kepri cabang Seipanas.
“Itu uang Pokja Semenisasi Jalan di lingkungan perumahan kami,” ungkap Jasman, dikutip dari Batamclick.com, Rabu (6/4/2022).
Di sruktur kelompok kerja itu, Jasman sebagai bendahara, sedangkan Ketuanya adalah Ketua RW yang juga sekuriti salah satu bank, dan teman satunya yang juga ikut ke bank merupakan sekretaris.
“Kami ke bank bertiga, saya, Pak RW dan sekretaris,” ungkapnya.
Setelah mengambil uang, ada perasaan was-was yang dialaminya. Dia meminta sang Ketua RW ikut bersamanya. Sedangkan sekretaris seorang diri pakai sepeda motor.
“Mobil pak RW ditinggal di bank. Sedangkan sekretaris, karena dia jualan, dia pulang duluan pakai motor,” ungkap Jasman.
Di pertengahan jalan, ban mobil Grand Vitara yang mereka naiki kempes, tepatnya tak jauh dari Kantor Camat Bengkong. Perasaannya makin tak nyaman, kecurigaan ada yang tak beres pun muncul. Apalagi dia melihat ada sejumlah orang nongkrong di pinggir jalan. Setelah memaksa untuk tetap jalan, dia pun terpaksa menghentikan laju mobil.
“Saya pikir mereka warga apa lagi di dekat situ ada pasar,” sebutnya.
Jasman pun meminggirkan mobilnya dan bersiap untuk turun mengganti ban.
“Pak RW langsung bilang, cepat bawa duitnya, taruh di bagasi, timpa dengan ban serep, terus tutup lagi bagasinya,” jelas Jasman.
Hal itu dikerjakannya. Selanjutnya, oleh Pak RW, Jasman disuruh memantau di pinggir jalan, kalau-kalau ada orang yang datang mau merampok mereka, sementara Pak RW berusaha membuka ban mobil.
Setelah semua baut ban mobil terbuka, Jasman dipanggil untuk bantu mengangkat ban mobil tersebut. Nah, pada saat itulah Pak Rw mendengar seperti ada orang yang membuka pintu mobil.
“Langsung Pak RW lihat ke samping kanan, ternyata benar, ada anak remaja yang sudah masuk ke mobil, bongkar-bongkar mobil dari pintu depan, badannya masuk ke mobil, kakinya masih di luar,” cerita Jasman.
Melihat hal tersebut, Pak RW pun langsung menarik kaki remaja itu dan menggenggam kerah baju belakangnya. Tapi remaja itu langsung keluarkan pisau, dan hendak menyabet perut Pak RW.
“Untung tak kena, hanya tasnya aja yang kena, setelah itu, remaja itu kembali melibas-libaskan pisaunya, sehingga kena pipi Pak RW,” sebut Jasman.
Setelah pipinya luka dan darah banyak keluar, menurut Jasman, Pak RW pitam dan nyaris pingsan.
“Saat itulah saya baru dengan Pak RW teriak rampok-rampok, saya kejar, remaja itu lari ke arah kawannya yang menunggu di sebrang jalan, terus mereka kabur,” sebutnya.
Jasman mengatakan, tidak ada seorang pun warga yang membantu mereka, padahal ia dan Pak RW sudah teriak minta tolong.
“Yang ngejar rampok itu pun tak ada, tak tahu lah, mungkin karena lihat dia bawa pisau, warga jadi tak ada yang berani mendekat,” lanjutnya.
Kedua begundal itu berhasil kabur dengan menggunakan sepeda motor Vario abu-abu, sedangkan Jasman sibuk menahan luka sayatan di pipi Pak RW yang banyak mengeluarkan darah.
“Bukan ringan, tapi robek pipinya,” sebut Jasman.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Rio Ardian membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya kata Rio sedang menyelidiki kasusnya. Beberapa orang telah dimintai keterangan.
“Korban memang sudah dibuntuti oleh dua orang pelaku dari Bank Riau. Ban mobil yang kendarai oleh korban diduga sengaja dikempesin agar mobil tersebut berhenti di jalan,” ujar Iptu Rio Ardian, saat dikonfirmasi awak media, Rabu siang.(emr)
Foto:internet/ilustrasi.








