SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Batam Headline Pendidikan

Peresmian Kantor JMSI Kepri, Ketua Umum JMSI: Bahasa Melayu Tulang Belakang Kebangsaan

AriraNews.com, Batam – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa mengatakan bahwa  Bahasa Melayu merupakan  tulang belakang Kemerdekaan kebangsaan dan Kemerdekaan Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) JMSI di kota Batam, Jumat (18/3/2022).

Teguh mengutip buku George McTurnan Kahin mengenai revolusi dan kebangsaan Indonesia. Kahin mencatat, ada dua tulang belakang yang memungkinkan revolusi menentang kolonialisme atas negeri hingga mencapai kemerdekaan.

“Bangsa dan negara ini dibangun oleh kisah-kisah yang tuliskan yang dilaporkan oleh pendahulu kita, kisah-kisah yang dijalin yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di mana  kisah senasib sepenanggungan di era penjajahan yang membuat kita bersatu,” kata Teguh.

Amsakar Achmad Raih Pemimpin Daerah Awards 2026 untuk Pembangunan Ekonomi Batam

Teguh menyebutkan bahasa yang sering digunakan untuk membangun persatuan dari catatan Kahin ialah bahasa Melayu Pasar sering dipergunakan kalangan terdidik dan pelajar, tokoh pergerakan, dan pemimpin-pemimpin masyarakat di masa pra kemerdekaan.

“Dengan bahasa Melayu Pasar gagasan kebangsaan jadi mungkin untuk dipertemukan, diasah, dibumikan, dan akhirnya berhasil diperjuangkan,” sebut Teguh.

Teguh menambahkan beberapa waktu dirinya ke Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) berkunjung ke museum perjuangan Pers.

“Di sana saya melihat ada koran terbitan tahun 1919, tahun 1930 an sudah menyampaikan informasi menggunakan bahasa Melayu,” tambahnya.

Tulang belakang kedua  yang berperan mengantarkan kemerdekaan Indonesia adalah Islam. 

Jelasnya dalam bukunya Kahin menyebutnya sebagai Muhammadanisme atau Agama Islam yang dianut oleh sebagian besar rakyat di negeri jajahan yang ketika itu bernama Hindia Belanda.

Perbaikan Pipa Muka Kuning Rampung, BP Batam Pastikan Aliran Air Kembali Bertahap

Islam memudahkan gagasan kemerdekaan dibumikan. Sebab, seperti semua agama langit lainnya, Islam mengajarkan bahwa derajat setiap manusia adalah sama dan tanpa membedakan.

“Dengan demikian, penjajahan yang dilakukan manusia atas manusia lain, penjajahan yang dilakukan satu bangsa atas bangsa lain, sudah pasti bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dan karenanya harus dilawan,” terangnya.

Tambahnya, kesamaan bahasa dan agama inilah yang nantinya membantu mengantarkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita harus bersyukur karena kita menggunakan bahasa yang sama untuk berkomunikasi sejak dulu. Kita berharap kita akan terus seperti ini entah sampai kita mungkin sudah tidak ada lagi di muka bumi ini,” tutupnya.(***)

PT BIB Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Keberlanjutan

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Tak Sekadar Seremonial, Kejari Natuna Gandeng Masyarakat Jaga Kebersihan Pantai Piwang

02

Tutup Rangkaian HUT RI ke-81, Camat Jemaja Timur Serahkan Hadiah Para Juara

03

Amsakar Achmad Raih Pemimpin Daerah Awards 2026 untuk Pembangunan Ekonomi Batam

04

Perbaikan Pipa Muka Kuning Rampung, BP Batam Pastikan Aliran Air Kembali Bertahap