Batam  

Miris! Ribuan Anak di Batam Ketahuan Merokok, Amsakar Minta Orang Tua Turun Tangan

Avatar photo
Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad.

Ariranews.com, BATAM – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, menemukan fenomena mengejutkan. Ribuan anak usia sekolah terindikasi merokok.

Data Dinas Kesehatan Kota Batam hingga 25 Agustus mencatat, dari total 30.381 warga yang diperiksa, sebanyak 3.670 anak usia 7-12 tahun, 4.944 anak usia 13-15 tahun, dan 1.702 anak usia 16-17 tahun diketahui memiliki kebiasaan merokok.

BACA JUGA:  Warga Sambau Antusias Sambut Reses Taba Iskandar, Datang Bawa Bukti Bukan Janji

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mencegah anak terjerumus dalam kebiasaan merokok. Hal tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab pihak sekolah.

“Fenomena anak-anak merokok harus jadi perhatian serius. Kami berharap orang tua ikut memberi atensi dalam persoalan ini di lingkungan rumah,” kata Amsakar di Batam, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, pembinaan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah. Orang tua memiliki peran utama saat anak berada di rumah dan bergaul di lingkungan sekitar.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Musnahkan 1.931 Vape Mengandung Narkoba

“Kita ingin anak-anak Batam dijauhkan dari hal-hal kontra produktif kelak bisa menjadi orang yang hebat dan membanggakan,” tambahnya.

Amsakar memastikan pemerintah akan terus mengambil langkah untuk mencegah serta mengeliminasi berbagai gangguan kesehatan yang ditemukan melalui CKG, termasuk kebiasaan merokok pada anak.

Terpisah, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Belakangpadang, Syamsurijal, menjelaskan kasus paling banyak ditemukan di kalangan remaja SMP dan SMA.

BACA JUGA:  Inspektorat Batam Kenalkan Nilai-nilai Integritas ke Siswa SMP Lewat Film & Game

“Kalau SD selama ini belum ada yang ketemu perokok pemula, tapi di SMP dan SMA ada yang mencoba-coba. Kami punya alat untuk mendeteksi kadar nikotin dalam pernapasan anak, hasilnya langsung bisa menunjukkan tingkat konsumsi rokok mereka,” ujarnya. (ara)