banner 728x90

Banjir Sepinggang, Warga Perum Green City Nongsa Hidup Was-Was

Ariranews.com: Warga di Blok Bouganville, Perumahan Green City Nongsa, Batam, saat ini diselimuti ketakutan.

Pasalnya, ancaman banjir bisa kembali. Karena hujan masih turun dalam dua hari belakangan ini.

Banjir yang terjadi, Sabtu (24/10/2020) subuh, lalu masih menyisakan trauma bagi warga. Betapa tidak, air bercampur lumpur dengan cepat masuk ke dalam rumah warga.

Seperti kiriman vidio yang didapatkan ariranews.com dari Priyo, salah seorang warga yang tinggal di blok tersebut. Dia berupaya menyelamatkan keluarganya, tanpa memikirkan lagi barang-barang yang ada di dalam rumahnya. “Di dalam rumah air selutut, di jalan sepinggang,” ungkapnya, Senin (26/10/20/20).

BACA JUGA:   Cegah Penggunaan Uang Asing, BI Sebar Uang Miliaran di Pulau 3T di Kepri

Priyo langsung mengungsikan isteri, dua anaknya, salah satunya masih bayi dan satunya lagi bersekolan TK. “Kasur, pakaian basah semua. Rumah penuh lumpur,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, selama dia tinggal di perumahan yang berhadapan dengan Mapolda Kepri itu setahun belakangan sudah terjadi banjir besar sebanyak dua kali. Yang pertama beruntung hanya sampai teras. “Tapi dulu kata warga sudah pernah juga banjir sampai masul rumah sekali,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Gubernur Ansar Minta Pelaku Pengiriman TKI Ilegal Dihukum Berat

Dia mengatakan, banjir akibat kurang mempuninya saluran pembuangan utama. Selain itu tempat resapan air yang ada di belakang perumahan juga sudah dangkal, sehingga tak mampu lagi menampung air yang datang. “Danau yang ada di belakang perumahan sudah rata sama lumpur,” ungkapnya lagi.

Banyaknya lumpur di dalam danau tersebut akibat adanya pematangan lahan di sekitar wilayah tersebut. Ketika terjadi hujan air membawa lumpur dan mengendap di danau tersebut.

BACA JUGA:   Amsakar Mundur, Peluang Marlin Diusung Nasdem Makin Kuat

Dia pun berharap ada upaya dari pengembang perumahan ataupun dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi ungkapnya hingga Senin belum ada upaya membuat saluran utama dari danau, atau mengeruk danau agar lebih dalam dan dapat menampung air yang datang. “Sampai saat ini warga masih was-was. Belum kering lagi kasur dan kain yang basah. Soalnya hujan masih terjadi,” kata Priyo.

Diketahui perumahan tersebut dikembangan oleh Perumnas.(emr)

foto: repro/youtube