Kepri

Atasi Kelangkaan, Gubernur Kepri: Distribusi Beras Jangan Disalahgunakan

Ariranews.com, BATAM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan distribusi beras ke daerah-daerah kembali normal setelah sempat terganggu. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan pasokan beras, baik kualitas premium maupun medium, kini sudah tersedia di Kabupaten Karimun yang sebelumnya mengalami kelangkaan hampir dua pekan.

“Sekarang sudah mulai cukup tersedia. Kemarin ada problem teknis dan sekarang sudah mulai normal lagi,” kata Ansar usai menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Minggu (24/8).

Untuk mengantisipasi kekosongan, Pemprov Kepri bersama sejumlah institusi terkait langsung menyalurkan beras ke Karimun. Namun Ansar mengingatkan agar distribusi bahan pokok tidak disalahgunakan.

“Beberapa institusi membantu. Tapi kan yang tak boleh itu bahan pokok seperti beras dibawa ke provinsi lain,” tegasnya.

Saat ini, Pemprov Kepri tengah menghitung kebutuhan beras di setiap daerah, termasuk Karimun dan Bintan. Perhitungan ini penting agar pengadaan beras—baik melalui impor maupun kerja sama dengan Bulog—benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di pulau-pulau.

“Kita hitung dulu berapa kebutuhan di Karimun, berapa di Bintan, melalui badan pengusahaan masing-masing. Jadi nanti jumlah yang masuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kepri, khususnya di pulau-pulau. Untuk sekarang, beras premium sudah tersedia, kita kerja sama dengan Bulog,” jelas Ansar.

Sebelumnya, masyarakat Karimun menghadapi kelangkaan beras yang menyebabkan sejumlah merek, baik premium maupun medium, hilang dari pasar dan minimarket. Kondisi tersebut membuat pedagang makanan, termasuk rumah makan, kesulitan mendapatkan bahan baku utama.

“Tak tahu mau jualan apa lagi sekarang. Cari beras aja sampai keliling saya, beras premium aja langka. Bahkan beberapa minimarket sudah habis, apalagi beras medium atau Bulog,” keluh seorang pedagang di Karimun.

Situasi ini sempat mendorong kenaikan harga beras. Beberapa pedagang bahkan memilih berhenti berjualan daripada menaikkan harga terlalu tinggi. Warga berharap pasokan yang sudah kembali normal saat ini bisa terus stabil agar aktivitas perdagangan tidak terganggu lagi.

Dengan adanya pengawasan distribusi dan langkah antisipasi yang dijalankan pemerintah, Ansar optimistis ketersediaan beras di Karimun maupun daerah lain di Kepri dapat lebih terkendali.

“Yang terpenting kebutuhan masyarakat bisa terjamin. Jangan sampai ada lagi kekosongan seperti kemarin,” ujarnya.(ara)

Redaksi

Recent Posts

Lanud RSA Gelar Pasar Minggu Ria, Dorong UMKM dan Sinergi di Natuna

Ariranews.com, Natuna – Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) menggelar Pasar Minggu Ria di…

1 menit ago

Bupati Cen Sui Lan Pimpin Apel Hardiknas, Soroti Pentingnya Sinergi Pendidikan

Ariranews.com, Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, memimpin langsung apel peringatan Hari Pendidikan Nasional…

24 menit ago

Dispusip Natuna Bidik Akreditasi B, Perkuat Literasi dan Layanan Perpustakaan

Ariranews.com, Natuna – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Natuna menargetkan peningkatan status akreditasi menjadi…

55 menit ago

Pawai Kostum Profesi Warnai Hari Buruh Serikat Pekerja Saipem, Ini Tuntutan dan Harapan Pekerja

KARIMUN, ariranews.com– Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, Serikat Pekerja Pimpinan Unit Kerja (PUK)…

22 jam ago

Legalitas Lahan Belum Jelas, Pembangunan Infrastruktur Tertahan: Keluhan Warga RW 18 Kabil Mengemuka di Reses Taba Iskandar

AriraNews.com, Batam - Masalah legalitas lahan hingga keterbatasan infrastruktur dasar menjadi sorotan utama dalam kegiatan…

23 jam ago

Dispusip Natuna Akan Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD, Dorong Literasi dan Lestarikan Cerita Rakyat

Ariranews.com, Natuna – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna akan menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah…

1 hari ago