Batam  

BWI Batam dan Kemenag RI Perkuat Kolaborasi Zakat dan Wakaf, Dorong Ekonomi Umat Lewat Sektor Kelautan dan Perikanan

Avatar photo
Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam bersama Kementerian Agama RI dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Batam menggelar diskusi bersama pemangku kepentingan Zakat dan Wakaf Kota Batam di Wisma Batam. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur.

AriraNews.com, Batam – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam bersama Kementerian Agama RI dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Batam menggelar diskusi bersama pemangku kepentingan  Zakat dan Wakaf Kota Batam di Wisma Batam, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur.

Diskusi tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan zakat dan wakaf, di antaranya Kasubdit Bina Kelembagaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Muhibuddin, S.Fill, M.Ag, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepulauan Riau Ahmad Husin, Ketua BWI Kota Batam Buralimar, Ketua BAZNAS Kepulauan Riau Arusman Yusuf, pimpinan LAZ, BAZNAS Kota Batam, para nazhir, serta perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) dari 12 kecamatan se-Kota Batam.

BACA JUGA:   Puluhan Ribu Peserta PBI JK Dinonaktifkan, BPJS  Kesehatan Batam Imbau Masyarakat Cek Status Kepesertaan

Dalam pemaparannya, Prof. Waryono menegaskan bahwa karakteristik wilayah Kepulauan Riau yang sekitar 94 persen terdiri dari laut harus menjadi dasar dalam merumuskan orientasi program pemberdayaan zakat dan wakaf. Potensi sektor kelautan dan perikanan, menurutnya, sangat besar untuk dijadikan basis pengembangan ekonomi umat di wilayah kepulauan.

Ia mencontohkan praktik baik yang dilakukan BAZIS DKI Jakarta di Kepulauan Seribu melalui program budidaya ikan kerapu. Program tersebut dinilai berhasil tidak hanya memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor. Model pemberdayaan ekonomi berbasis hasil laut ini, lanjutnya, relevan untuk dikembangkan di Kepulauan Riau, termasuk Kota Batam.


BACA JUGA:   Pemko Batam Raih Penghargaan Terbaik di Stakeholder Award 2022
Diskusi dihadiri sejumlah pemangku kepentingan zakat dan wakaf di Kepri.

Prof. Waryono juga menekankan pentingnya hubungan antar-lembaga zakat dan wakaf yang bersifat komplementaris, bukan sekadar suplemen. Setiap lembaga diharapkan saling melengkapi dan bersinergi dalam menjalankan program, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi dukungan BAZNAS terhadap operasional BWI di Kepulauan Riau.

“Umat Islam mayoritas secara kuantitas, tetapi masih perlu terus didorong agar unggul secara kualitas,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong penguatan dan perluasan berbagai program strategis, seperti desa zakat, kota wakaf, hutan wakaf, serta program pemberdayaan ekonomi umat lainnya. Seluruh upaya tersebut dinilai sejalan dengan tiga pilar utama Kementerian Agama dalam mewujudkan Asta Cita, yakni beragama berdampak, eko-teologi, dan pemberdayaan ekonomi umat.

BACA JUGA:   Serahkan KIA di SDN 006, Amsakar-Li Claudia Pastikan Anak Batam Terdata dan Terlindungi

Sementara itu, Kasubdit Bina Kelembagaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Muhibuddin, memaparkan sejumlah program pemberdayaan zakat dan wakaf yang telah berjalan di berbagai daerah, termasuk di Kepulauan Riau. Ia menjelaskan bahwa penguatan program berbasis KUA menjadi strategi penting karena KUA berada di tingkat kecamatan dan memiliki peran strategis dalam memantau ketahanan sosial masyarakat.

Di sisi lain, Ketua BWI Kota Batam, Drs. H. Buralimar, MSi, menilai forum diskusi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-stakeholder zakat dan wakaf di Kota Batam. Ia berharap kolaborasi yang semakin solid dapat meningkatkan pengelolaan dan produktivitas aset wakaf secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. (*/emr)