banner 728x90
Kepri  

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad: Angka Pengangguran Kepri Menurun

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

AriraNews.com, Batam – Angka pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) termasuk dalam dua terbesar secara nasional. Yakni dengan angka 6,94 persen.

Namun, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menilai justru angka pengangguran di Kepri saat ini sudah jauh menurun dari tahun 2023. Sebelumnya 9 persen saat ini sudah di angka 6 persen.

Bahkan, lanjut Ansar, trend penurunannya tertinggi. Hal ini dikarenakan investasi di Kepri mulai menggeliat pasca Covid-19, peluang kerja juga semakin terbuka.

“Sekarang yang penting memperkuat dengan mempersiapkan anak-anak kita dengan pendidikan advokasi,” kata Ansar, Rabu (22/5/2024).

BACA JUGA:   Menhub Kunjungi Pulau Nipah, Ansar Ahmad: Daya Saing Pulau Nipah akan Ditingkatkan

Ansar juga mengapresiasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang dibangun Kementerian Tenaga di Kota Batam segera diresmikan. Dilengkapi dengan workshop, alat-alat dibantu Kementerian dan anggaran pelatihan juga sudah disiapkan.

“Karimun dan Tanjungpinang kita fokus yang Welder. Yang Batam bulan depan akan diresmikan,” kata Ansar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) periode Februari 2024 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 6,94 persen, turun sebesar 0,67 persen poin dibanding Februari 2023 sebesar 7,61 persen.

BACA JUGA:   Kompak, Warga Cluster Peony Aman dan Ramah

“Angka pengangguran di Kepri masih di atas rata-rata Nasional yang sebesar 4,28 persen,” kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus.

Darwis menyebut jumlah angkatan kerja berdasarkan survei angkatan kerja nasional (Sakernas) pada Februari 2024 di Kepri sebanyak 1.078,17 ribu orang.

Adapun tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Februari 2024 sebesar 67,14 persen, turun sebesar 0,15 persen poin dibanding Februari 2023.

BACA JUGA:   Dihadiri Wagub Marlin, DPRD Kepri Setujui Ranperda Rencana Pembangunan Industri

“Jumlah penduduk Kepri yang bekerja sebanyak 1.003,39 ribu orang,” katanya.

Ia melanjutkan lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah industri pengolahan, yaitu sebanyak 218 ribu orang atau sebesar 21,73 persen.

Kemudian, sebanyak 333,12 ribu orang (33,20 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik sebesar 4,84 persen poin dibanding Februari 2023.

“Persentase setengah pengangguran naik sebesar 1,34 persen poin, sementara pekerja paruh waktu naik sebesar 1,92 persen poin dibanding Februari 2023,” ujar Darwis.(oma)