BI Kepri Dorong Ekonomi Syariah Lewat Optimalisasi Produk Halal, Sudah 2.700 Lebih Sertifikat Halal Diterbitkan

Avatar photo
Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto P.

Ariranews.com, Batam — Dalam upaya memperkuat pengembangan ekonomi syariah dan mendorong peningkatan literasi produk halal di masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) menyelenggarakan seminar bertajuk “Optimalisasi Produk Halal: Membangun Branding Halal dan Kepercayaan Konsumen”, Jumat (22/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Gebyar Melayu Pesisir 2025 di One Batam Mall.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat nasional hingga regional Provinsi Kepri yang membahas pentingnya penguatan produk halal dalam ekosistem ekonomi syariah. Fokus utama diskusi adalah bagaimana membangun kepercayaan konsumen terhadap produk halal melalui branding yang tepat, serta kontribusi sektor halal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi umat.

BACA JUGA:  Taba Iskandar Reses di Batu Besar, Warga Minta Solusi Banjir Limpahan Bandara hingga Minimnya Lampu Jalan

Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto P.
dalam sambutannya menegaskan bahwa Bank Indonesia secara konsisten mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Salah satu strategi yang diimplementasikan adalah melalui edukasi dan sosialisasi publik, seperti seminar hari ini.

“KPw BI Kepri terus berkomitmen mendukung ekosistem halal, memperkuat literasi masyarakat, dan mendorong gaya hidup halal (halal lifestyle),” ujarnya.

Dukungan nyata BI Kepri terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai program sinergis, termasuk melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Salah satu inisiatifnya adalah Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA), bagian dari rangkaian National Halal Fair yang digagas oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

BACA JUGA:  Hotel Santika Batam Luncurkan “Jelajah Nusantara” dan Angkringan BBQ Night

Selain itu, BI Kepri juga menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Sumatera 2024 dan berpartisipasi dalam Fesyar 2025 di Lampung. Dukungan terhadap percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM juga menjadi prioritas. BI Kepri memfasilitasi pendaftaran sertifikat halal melalui skema self-declare dan mendorong pembentukan Halal Centre di Politeknik Negeri Batam serta STAI Natuna. Halal Centre ini telah melatih lebih dari 200 Pendamping Produk Proses Halal (P3H) bersertifikat yang aktif mendampingi UMKM.

BACA JUGA:  Ekspor Batam Awal 2026 Terkoreksi, BP Batam Siapkan Respons Terarah

Berkat upaya tersebut, hingga tahun 2024 telah diterbitkan lebih dari 2.135 sertifikat halal. Sementara itu, hingga Agustus 2025, tercatat 666 sertifikat halal baru telah diterbitkan di Provinsi Kepulauan Riau.

Melalui seminar ini, BI Kepri mengajak seluruh pihak untuk aktif mendorong pemanfaatan produk halal nasional serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya produk halal dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Semoga semua langkah dan upaya bersama ini mendapat ridho dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Mari bersama kita bangun kepercayaan dan kebanggaan terhadap produk halal nasional,” tutupnya. (ara)